Friday, 14 December 2018

Liburan di Bali

Ditawari Pijit ‘Red Dragon’, Bule Australia Terkejut Dapati Ini di Punggungnya

Jumat, 5 Oktober 2018 — 13:53 WIB
Matthew  terkejut saat mendapati punggungnya penuh garis merah. (ist)

Matthew terkejut saat mendapati punggungnya penuh garis merah. (ist)

AUSTRALIA – Liburan keluarga asal Australia di Bali menjadi tak terlupakan. Bagaimana tidak, mereka terkejut saat mendapati punggung salah satu anggota keluarga penuh dengan garis merah.

Daily Mail pun mengungkapkan kisah lucu Candise Raison dan suaminya Matthew, yang berlibur selama enam hari ke Pulau Dewata

Menikmati keindahan Bali dengan segala kegiatan berlibur yang menyenangkan, Matthew dan Candise memutuskan untuk mengakhiri liburan mereka dengan layanan pijat.

Candise menceritakan, jika ia dan suaminya merasa terlalu lelah untuk pergi ke tempat pijat. Maka, mereka memutuskan untuk menggunakan layanan pijat dari salah satu perusahaan ojek online.

Candise menjadi yang pertama mendapat layanan pijat. Giliran sang suami, pemijat yang datang mengatakan,”Apakah Anda mau saya mengeluarkan naga merah dari diri Anda?”.

Matthew dan Candise Raison, bersama adik Candise, Tamzin Jenke berlibur selama enam hari di Bali. (ist)

Matthew dan Candise Raison, bersama adik Candise, Tamzin Jenke berlibur selama enam hari di Bali. (ist)

Matthew yang mendapat tawaran tersebut, mengaku tak mengerti layanan seperti apa yang akan ia dapat. Namun pikirnya, “Tidak ada salahnya mencoba,”.

Namun, betapa terkejutnya Matthew, saat mendapati punggungnya penuh dengan garis merah, alias kerokan. Ia mengaku, mengira hanya akan diberikan pijatan rileks di punggungnya saat ditawari tentang ‘Red Dragon’ aliah Naga Merah.

Candise pun menceritakan, bagaimana si pemijat mulai “memahat” tubuh suaminya menggunakan koin. Matthew pun terkejut, mendapati punggungnya dipenuhi hasil kerokan mulai dari leher, hingga tulang ekornya.

“Kami tertawa sampai menangis waktu melihat goresan merah tersebut,” ujar Candise.

Meski merasa aneh dan lucu, namun menurut Candise sejak suaminya mendapat “kerokan”, masalah sakit punggung yang sudah tiga tahun belakangan dideritanya, tidak pernah kambuh lagi. “Dia bilang, rasanya (kerokan) luar biasa,” ujar Candise. (mb)