Saturday, 20 July 2019

Kasus Ratna Sarumpaet, Sandiaga siap dipanggil Polisi

Jumat, 5 Oktober 2018 — 12:19 WIB
Ratna Sarumpaet (ist)

Ratna Sarumpaet (ist)

JAKARTA –  Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menjadi korban kebohongan Ratna Sarumpaet yang mengaku sebagai korban kekerasan.

Bahkan Prabowo dan Sandiaga menjadi dua orang dari belasan nama yang dilaporkan ke Bereskrim Polri oleh pengacara Farhat Abbas. Mereka dituding ikut menyebarkan informasi bohong atau Hoax yang di rekayasa oleh Ratna Sarumpaet.

Sandiaga mengaku siap jika dipanggil pihak kepolisian untuk memberikan keterangan terkait kebohongan Ratna kepada dirinya dan kepada publik.

“Jika  kita diminta untuk klarifikasi saya siap,” tegas Sandiaga di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).

Menurut mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut, dirinya akan berkoordinasi dengan tim hukumnya untuk menghadapi laporan yang masuk ke polisi. Sandiaga mengatakan dirinya dan Prabowo serta anggota BPN adalah korban dari kebohongan Ratna.

(Baca : Ratna Dituding Ditunggangi Kubu Jokowi, Sandiaga: Saya Orangnya Selalu Kusnudzon)

“Tim hukum kemarin sudah berdiskusi dan akan menyampaikan pendapat hukumnya kepada kami. Saya dan pak Prabowo sebagai warga negara yang taat hukum ya tentunya akan mengikuti apapun yang akan menjadi keputusan” ujar Sandiaga.

Seperti diketahui, hari ini Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Ketua MPR-RI Amien Rais untuk dimintai keterangan atas kasus yang menjerat Ratna Sarumpaet.

Namun, Sandiaga enggan berkomentar atas panggilan terhadap Amien Rais. Dia meminta menyerahkan sepenuhnya kasus hukum kepada pihak berwajib.

“Saya tidak ingin berkomentar masalah hukum yang terjadi, saya berikan kesempatan kepada kepolisian untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk melakukan pemeriksaan penyelidikan dan tentunya pengungkapan dan penuntasan kasus ini,” tandas Sandiaga. (yendhi/tri)