Wednesday, 24 July 2019

Ratna Dituding Ditunggangi Kubu Jokowi, Sandiaga: Saya Orangnya Selalu Kusnudzon

Jumat, 5 Oktober 2018 — 11:12 WIB
Cawapres Sandiaga Uno.(yendhi)

Cawapres Sandiaga Uno.(yendhi)

JAKARTA – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno enggan berkomentar adanya isu Ratna Sarumpaet di tunggangi oleh pendukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-KH. Ma’ruf Amin.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu tidak mau komentar lantaran takut menambah kisruh suasana. Sandiaga memilih berfikir positif atas masalah yang menyeret Ratna Sarumpaet dan mengambil pelajaran agar lebih berhati-hati menanggapi kejadian.

“Saya gak mau (menanggapi-Red). Saya orangnya selalu khusnudzon (prasangka baik) saya gak mau berspekulasi dan belajar dari kemarin semakin hati-hati dalam melakukan analisa atau penelahan dari kejadian-kejadian yang berputar yang di luar isu utama yang kita ingin dorong,” kata Sandiaga di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).

Sandiaga lebih memilih membahas permasalahan negara yang dianggap lebih penting dan menjadi fokus utama bersama capres Prabowo Subianto yakni masalah ekonomi.

“Kita ingin fokuskan tentunya pembicaraan diskursus publik kepada hal-hal yang esensial buat bangsa ini jadi saya mohon maaf tidak mau menambah kekisruhan dengan berkomentar lebih lanjut kasus yang menimpa bu Ratna,” tandas Sandiaga.

Ratna Sarumpaet membuat gempar publik setelah memberikan pernyataan menjadi korban kekerasan hingga wajahnya mengalami lebam serta bengkak. Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan menemukan fakta berbeda.

Diketahui, Ratna justru berada di Rumah Sakit Bedah Bina Estetika dikawasan Menteng, Jakarta Pusat. Sejumlah barang bukti memperkuat kebohongan Ratna.

Seniman wanita itu langsung melakukan jumpa pers dan membuat pernyataan mengejutkan. Dia mengaku telah mengarang cerita dan sengaja menyebarkan berita bohong (Hoax) ke sejumlah orang termasuk capres, Prabowo Subianto.

Ratna pun kembali membuat gempar setelah hendak terbang ke Chile dengan rute Jakarta-Istambul-Santiago-Saupaulo melalui Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (4/10/2018) malam. Namun, sebelum terbang Ratna lebih dulu ditangkap imigrasi dan dijemput anggota Polda Metro Jaya.

Ratna ditangkap karena sudah dilakukan pencekalan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan pelanggaran Undang-undang ITE. (yendhi/tri)