Saturday, 15 December 2018

Sukseskan Asian Para Games

Sabtu, 6 Oktober 2018 — 4:55 WIB

HARI ini, Asian Para Games 2018 secara resmi dimulai, usai open ceremony di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pengaturan lalu lintas pun dilakukan untuk mencegah kemacetan di sekitar lokasi acara pembukaan. Begitu pun pengamanan dilakukan sebagaimana standar pengamanan pesta olahraga kawasan/dunia.

Kami mengapresiasi segala upaya yang telah dilakukan baik oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta, Polda Metro Jaya serta Kodam Jaya demi suksesnya pesta olahraga ini.

Kita perlu memaknai bahwa Asian Para Games tidak kalah pentingnya dari Asian Games. Asian Para Games merupakan kelanjutan dari Asian Games. Keduanya merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Karena itu sukses penyelenggaraan Asian Games harus berlanjut pada Asian Para Games sebagaimana harapan Presiden Jokowi. Bahkan, Menpora Iamam Nahrawi meminta kesuksesan Asian Para Games bisa melampaui Asian Games.

Permintaan itu tidaklah berlebihan. Kesuksesan tentu saja bukan sebatas keberhasilan atlet Indonesia dalam perolehan medali, yang lebih utama adalah kelancaran pertandingan, penyiapan sarana dan prasarana pertandingan, lokasi pertandingan dan fasilitas pemain dan dukungan suporter.

Ini diperlukan dukungan semua pihak, mulai dari mereka yang terlibat langsung sebagai ofisial, petugas lapangan dan warga masyarakat.
Asian Para Games yang akan berlangsung hingga 13 Oktober dengan mempertandingkan 18 cabang olahraga antara lain panahan, atletik, boccia, bola gawang, bola voli duduk, bola basket kursi roda, catur, balap sepeda, bulu tangkis, renang, angkat berat, menembak, judo, tenis meja, ten pin bowling, anggar duduk, tenis, dan boling lapangan.
Ajang multievent olahraga bagi atlet penyandang disabilitas ini akan diikuti oleh 42 negara anggota Komite Paralimpiade Asia (APC) dengan total 2.800 atlet, 1.800 ofisial, dan diliput oleh 500 media baik dalam maupun luar negeri. Indonesia sendiri mengirimkan 296 atlet.
Seperti halnya pada Asian Games, kita bangsa Indonesia, tentu wajib berperilaku sebagai tuan rumah yang baik. Kalau terjebak kemacetan akibat pengaturan lalu lintas terkait acara pembukaan hari ini, atau pengalihan arus demi kelancaran perjalanan para atlet dan ofisial, hendaknya dapat memahami situasi.

Begitu juga masyarakat yang menyaksikan pertandingan hendaknya lebih bersikap ramah, sopan, dan santun. Lebih bisa menahan diri dan emosi dalam mengomentari jalannya pertandingan.

Akses dan fasilitas bagi komunitas suporter atlet perlu diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kendala di lapangan. Mari kita support dan sukseskan Asian Para Games di Jakarta. (*).