Monday, 15 October 2018

Pasien Disuruh Cari Syarat Bini Diperkosa Dukun Cabul

Minggu, 7 Oktober 2018 — 5:10 WIB
7 DIA OKT 18

DUKUN cap apa Kamijo, 42, ini? Ada pasien, Jayadi, 40, sakit mata menahun kok malah istrinya yang jadi korban. Awalnya Kamijo diminta pergi cari tanah sebagai syarat pengobatan, sementara pasien pergi kok malah Ny. Siti Atnikah, 35, yang digelandang ke kamar dan diperkaos. Keruan saja jadi urusan polisi.

Di jaman milenial, di mana orang operasi plastik bisa bohongi orang se-Indonesia, kok masih ada saja orang yang percaya pada dukun, cabul lagi. Padahal target si dukun yang abal-abal itu bukan mengobati pasien, tapi menikmati bininya. Maka yang terjadi kemudian, pasien pergi mencari syarat, si dukun asyik melepas syahwat bersama istrinya yang bertekuk lutut tanpa syarat.

Dukun paling kurang ajar se Kabupaten Mesuji (Lampung) ini adalah Kamijo, warga   Rawajitu Utara. Sudah lama dia sebetulnya kenal dengan Siti Atnikah, karena suaminya yang bernama Jayadi, orang sekampung. Bukan sekedar kenal, karena di lembah hatinya yang paling dalam, dia sebetulnya juga naksir Siti Atnikah di kala masih gadis. Cuma kalah set, karena Jayadi lebih cepat mendeklarasikan cintanya.

Sekian tahun kemudian Kamijo dikenal sebagai dukun atau paranormal handal. Banyak pasien yang berobat kepadanya, dengan keluhan yang bermacam-macam. Ada yang sekedar sakit biasa, tapi ada juga yang minta lancar karier, nyaleg tak sampai ditolak KPU meski punya catatan hitam. Bahkan orang pengin enteng jodoh juga ada yang jadi pasien dukun Kamijo.

Sungguh tak dinyana tak diduga, beberapa hari lalu Kamijo kedatangan kenalan lamanya, Jayadi bersama istrinya, Siti Atnikah. Yang bikin kaget, Jayadi datang bagaikan Jendral Moshe Dayan dari Israel, bermata satu! Dia melihat dengan mata kanan, sementara mata kirinya diplester karena sakit.

Tambah kaget dan bikin serr-serran, Siti Atnikah itu lho….; makin ke sini kok makin cantik saja. Bodinya tetep sekel nan cemekel, kulit putih bersih dan betisnya juga masih mbunting padi. Soalnya Kamijo menduga, dalam kondisi dolar sampai Rp 15.200,- kaki Siti Atnikah jadi mengecil kayak kaki manuk blekok. Soalnya tempe saja sebagaimana kata Cawapres Sandiaga Uno, jadi menipis kayak kartu ATM.

Jayadi pun mengutarakan maksud kedatangannya, yakni berobat sakit mata. Kalau ke dokter kan mahal, padahal dia tak punya kartu BPJS Kesehatan, sedangkan ke dukun kan bisa dengan tarif “susu tante” alias suka-suka tanpa tekanan. “Tolong Mas, sakit mataku ini diobati, ketimbang #tahun 2019 ganti mata!” kata Jayadi serius.

Padahal sebetulnya kala itu dukun Kamijo sedang gagal fokus. Soalnya yang dipikirkan bukan bagaimana mengobati pasien, tapi bagaimana menikmati bini pasien! Masalahnya, Siti Atnikah kan obsesi masa lalu, lha kok sekarang malah datang ke rumahnya, ini kan sama saja kutuk marani sunduk (mendatangi mara bahaya).

“Mungkin sudah rejeki saya,” katanya dalam hati. Maka untuk melancarkan obsesinya, Jayadi diminta mengambil tanah di pojok kamarnya, sebagai persyaratan. Padahal maksud aslinya, biar Jayadi perginya lama, karena harus bongkar ubin keramik di rumahnya. Mana harus pakai gerinda, pahat dan palu. Nah, di kala Jayadi lama pergi itulah dia bisa ngerjain Siti Atnikah dengan tenang.

Benar saja, begitu Jayadi pergi Siti Atnikah diminta minum serbuk putih yang sebetulnya sabu. Hanya dalam tempo beberapa menit wanita cantik idola masa lalu itu tergolek lemah tanpa sadar. Langsung saja dikerjai. Setan yang melihat kelakuan Kamijo bertanya penuh bangga, “Masuk pak Eko, eh Pak Kamijo?”

Dua jam kemudian  Jayadi kembali, semuanya sudah selesai. Saat pulang, di jalan Siti Atnikah bercerita bahwa dirinya barusan dicabuli dukun Kamijo saat tak sadar. Tentu saja Moshe Dayan van Lampung ini langsung belok ke kantor polisi, melaporkan tsunami kehormatan yang melanda bininya. Jayadi minta dukun Kamijo segera ditangkap.

Tadi di kamar dukun rupanya ada goyangan “gempa” 7,4 SR ya? (TLC/Gunarso TS)