Monday, 22 October 2018

Pengacara Berharap Ratna Sarumpaet jadi Tahanan Kota

Minggu, 7 Oktober 2018 — 6:02 WIB
Ratna Sarumpaet saat tiba di Polda Metro Jaya. (yendhi)

Ratna Sarumpaet saat tiba di Polda Metro Jaya. (yendhi)

JAKARTA– Polda Metro Jaya resmi menahan Ratna Sarumpaet hingga 20 hari kedepan setelah dia ditetapkan tersangka Kamis 4 Oktober lalu sebagai penyebar berita hoaks.

Dia ditahan sejak Jumat malam. Awalnya aktivis perempuan itu mengaku siap ditahan karena sudah jadi resiko.

Nyatanya lewat penasehat hukumnya, Ratna meminta penangguhan penahanan atau mininal menjadi tahanan kota.

Ini kata kata pengacara Ratna, Insank Nasruddin kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (6/10/2018) karena kliennya itu harus mengonsumsi obat-obatan dari rumah sakit.

“Setiap hari belian harus mengkonsumsi obat dan vitamin. Dalam pemeriksaan aja Ia masih menyempatkan waktu untuk meminum beberap jenis obat, saya melihat langsung dia minum. Di tangannya ada beberapa jenis,” kata Insank Nasruddin.

Tidak itu saja Insank mengatakan umur Ratna Sarumpaet yang juga sudah sepuh harusnya jadi pertimbangan penyidik Polda Metro. “Tentu ini faktor kemanusiaan dan diharapkan jadi perimbangan,”harap pengacara ini.
Hanya saja Insank tidak menjelaskan sakit apa yang diderita Ratna sehingga Ratna sering mendatangi rumah sakit untuk membeli obat-obatannya.

Ia mengatakan pihak keluarga akan menjamin bahwa Ratna tidak akan lari dari kasus hukumnya. Insank menyebut Ratna sempat bercerita kepadanya bahwa dia tak bisa fit jika tidak mengonsumsi obat-obatan.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mempersilakan masyarakat mengajukan permohonan tahanan kota untuk perempuan 69 tahun itu. Argo menyebut itu hak setiap warga negara.

“Itu hak sebagai tersangka maupun keluarga tersangka. Silakan saja mengajukan nanti penyidik yang menilainya,” kata Argo.(b)