Monday, 15 October 2018

Biaya Cerai Dibayar Sponsor Karena Dialah yang Nyosor

Senin, 8 Oktober 2018 — 6:13 WIB
tongos

SUDAH jadi emak-emak, Ny. Andari, 40, masih juga punya PIL yang dikenalnya lewat medsos. Tapi baru jalan beberapa bulan, sudah ketahuan suami. Langsung saja dia diceraikan sementara biaya talak suami tak mau tahu. Untung saja Arief Uyuhono, 40, siap menjadi sponsor biaya perceraian karena memang dia sendiri yang nyosor.

Jadi praktisi PIL dan WIL itu mestinya ketika usia baru 40 tahun ke bawah, karena masih sama-sama gersang alias seger merangsang. Kalau sudah berusia 40 tahun ke atas, malulah sama anak-anak di rumah. Masak sudah emak-emak masih memperturutkan aspirasi arus bawah. Jika jadi emak-emak sedikit militan, bisalah daftar jadi relawan Cawapres Sandiaga Uno, itu kan lebih bermanfaat bagi perjuangan berbangsa dan bernegara.

Tapi pikiran Ny. Andari, warga Gayungsari Surabaya ini tak nyampe ke situ-situ. Begitu kenal Arief Uyuhono lewat medsos, langsung terkiwir-kiwir jatuh cinta. Sebab bila dibanding dengan suaminya, sang PIL ini lebih menang di tongkrongan dan mungkin juga “tangkringan”. Sedangkan suami, hanya menang banyak duit saja, tapi tongkrongannya tak menjanjikan. Giginya lumayan mancung, sehingga bila diajak sarimbit (jalan berdua) jadi kurang pede.

Saat kenalan dengan Arief Uyuhono di medsos, lewat video call Andari langsung jatuh cinta pada pandangan yang pertama. Maka ketika diajak ketemu di alam nyata bukan sekedar di angakasa jagad maya, langsung saja bersedia. Bahkan ketika diajak kencan masuk hotel, juga tidak berkeberatan. Di sinilah Andari membuktikan bahwa PIL-nya ini sangat berbanding lurus dalam hal tongkrongan dan tangkringan.

Sejak itu asal ada peluang, Arief Uyuhono bawa Andari ke hotel untuk “nguyuh enak”. Karena yang mengajak pria yang sangat diidolakan, bini Pranoto, 50, ini berdandan secantik mungkin. Sebetulnya dia ingin operasi sedot lemak wajah juga, tapi takut jadi heboh se-Indonesia. Padahal kalau mau, pastilah Arief Uyuhono siap memback up anggarannya.

Namun sial sodara-sodara, baru satu kwartal tahun berjalan menikmati asmara cinta bersama PIL, eh ketahuan suami. Langsung Andari diinterogasi oleh Pranoto suaminya. Sebetulnya bisa saja dia bohong dan menyangkal, tapi takutnya suami makin marah dan kemudian koprensi pers undang wartawan. Kan bikin malu senusantara.

“Besok kita ke Pengadilan Agama, tapi biayanya kamu tanggung sendiri. Anak-anak terserah, mau ikut saya atau kamu, bebas saja.” Kata Pranoto sambil banting HP istrinya, karena memang itu yang jadi sumber dan biangkeroknya masalah. Jika tak ada android, rumah tangganya pasti mulus mulus saja, tata tentrem Slamet Raharjo tanpa Butet Kertarajasa.

Waduh, pusing juga Andari. Ini suami cap apa, wong biaya cerai kok dibebankan pihak istri yang mau diceraikan. Tapi karena dia memang berharap bisa diakuisisi masalahnya oleh sang PIL, dia siap saja. Dan ternyata benar, Arif Uyuhono siap jadi penyandang dana untuk perceraian karena itu memang akibat ulahnya. Bahkan Andari dijanjikan, nanti setelah proses perceraiannya dengan istri, langsung berkoalisi tanpa deklarasi.

Yang penting kan segera kembali “eksekusi”. (JPNN/Gunarso TS)