Monday, 27 May 2019

Bisnis Prostitusi Lewat Online Digerebek Polisi di Apartemen

Senin, 8 Oktober 2018 — 16:41 WIB
Tigas tersangka yang diamankan polisi

Tigas tersangka yang diamankan polisi

BEKASI – Apartemen jadi sarang prostitusi online di Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan,Jawa Barat digerebek jajaran Polres Metro Bekasi Kota, Minggu malam (07/10).

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jarius Saragih mengatakan, pengungkapan bermula ketika pihaknya menggelar operasi di apartemen tersebut.

Dari operasi tersebut polisi mengamankan 24 orang yang terdiri dari 20 g wanita Pekerja Seks Komersial (PSK), satu orang saksi, dan tiga diduga germo yang berperan sebagai penjaja wanita melalui akun media sosial.

“Dari 24 itu termasuk -wanita ditetapkan tiga tersangka laki-laki bernama Mustakim, Saputra, dan Jenio,” kata Jarius, di Mapolres Metro Bekasi, Senin (8/10).

Dari keterangan tersangka, praktik prostitusi online di Apartemen Center Point dijalankan melalui akun media sosial Twitter, Facebook dan Whatsapps. Tersangka membuat akun melalui Facebook dan Twitter dengan memasang foto wanita yang dijajakan.

Kemudian, ketika sudah ada pria hidung belang yang berminat, pelaku memberikan akses dengan cara transaksi booking terlebih dahulu setelah itu baru bertemu di apartemen.

“Begitu deal (sepakat), tersangka memberikan akses kepada peminat untuk naik keatas (apartemen), disana ada kamar-kamar, cewe itu sudah ada di kamar tersebut,” jelas dia.

Dari praktik prostitusi tersebut, tersangka mendapat keuntungan sebesar Rp 100 ribu untuk setiap wanita yang berhasil dijajakan. Harga untuk satu kali ‘main’ atau short time sebesar Rp 800 ribu.

“Untuk yang buka akun pertransaksinya mendapaf Rp 100 ribu. Untuk unit kamar sekitar Rp 300 sampai 350 ribu. Selebihnya buat wanitanya,” ungkap Jarius.

Untuk 20 orang wanita PSK yang diamankan, saat ini polisi telah memulangkannya, serta satu orang saksi yang juga telah dipulangkan. Polisi juga masih mendalami praktik prostitusi tersebut terkait keterlibatan pengelola apartemen atau adanya mucikari yang membawahi para PSK.

“Sudah kita pulangkan (PSK), karena mereka kan korban, ada lagi disitu yang masih kita kejar namanya ‘Mami’ belum dapat, kita masih dalami karena kita belum sempat untuk menggilin agen-agen yang ada disitu, nanti akan kami kabarkan lagi, karena kemarin baru pemeriksaan, belum sempat dipanggil bahwa unit-unit disitu dijadikan prostitusi,” jelas Jarius.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 4,5 juta dan ponsel yang biasa digunakan tersangka untuk menjalankan praktik prostitusi online.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 296 dan 506 KUHP tentang tindak pidana kejahatan terhadap kesopanan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

“Untuk wanitanya enggak ada yang di bawah umur, mereka sudah dewasa semua,” tandasnya. (saban/b)