Saturday, 20 October 2018

Perbanyak Sarana Aktivitas Difabel!

Senin, 8 Oktober 2018 — 5:38 WIB

ASIAN Para Games 2018 sudah resmi dibuka. Asian Para Games diikuti 43 negara dengan 2.500 atlet yang berpartisipasi. Mereka akan berkompetisi di 18 cabang olahraga untuk memperebutkan 512 medali.

Prosesi opening Asian Para Games yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta itu diawali dengan pertunjukan musik, tarian kolosal, dan pawai kontingen.

Publik pun puas dengan aneka pertunjukan yang disuguhkan. Pesta olahraga multicabang terbesar se-Asia untuk difabel dijadwalkan berlangsung 6-13 Oktober 2018.

Asian Para Games memang bagian cara menjunjung tinggi kemanusiaan, dan tentunya bagi kaum difabel itu sangat berarti. Namun, kita berharap dukungan untuk mereka tidak berhenti sampai pada ajang itu dan sudah seharusnya berlanjut.

Pemerintah pusat maupun Pemprov DKI Jakarta harus bisa menyediakan sarana dan prasarana umum untuk kebutuhan sehari-hari kaum difabel. Misalnya membangun ruang publik yang mudah diakses mereka.

Sejauh ini sarana dan prasarana di Jakarta belum berpihak bagi kaum difabel. Contohnya jalan, dari 7.200 kilometer ruas jalan yang ada di ibukota, baru 7 persen menyediakan fasilitas trotoar. Itupun yang sudah memiliki fasilitas untuk difabel masih kurang dari 1 persen.

Bukan ruas jalan saja. Angkutan umum di Jakarta juga sebagian besar belum ramah bagi kaum difabel. Akibatnya kaum difabel saat beraktivitas menggunakan transportasi tertentu.
Padahal sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 71/1999 tentang Aksesibilitas bagi Penyandang Cacat dan Orang Sakit pada Sarana dan Prasarana Perhubungan mengamanatkan, penyelenggara angkutan wajib melaksanakan pengangkutan penyandang cacat dan orang sakit dengan aman, selamat, lancar, tertib, teratur, dan nyaman.

Tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, tetapi inilah fakta bahwa sarana dan prasana publik yang ada di Jakarta belum berpihak kepada kaum difabel. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta diharapkan bisa lebih perhatian terhadap persoalan ini.

Perbanyak sarana dan prasarana umum yang memudahkan kaum difabel beraktivitas, seperti portal S yang berfungsi melindungi pengguna kursi roda, Ramp yang berfungsi membantu sebagai fitur pengganti tangga saat naik ke tempat lebih tinggi/naik bus atau kereta, guiding block atau ubin yang berfungsi sebagai jalur penuntun dan petunjuk jalan bagi tuna netra, dan lainnya.

Pendek kata, kini saatnya memperbanyak menyediakan fasilitas umum yang mudah diakses kaum difabel. @*