Wednesday, 19 December 2018

Ratna Sarumpaet Ajukan Permohonan Tahanan Kota, Atiqah Hasiholan Siap Jadi Penjamin

Senin, 8 Oktober 2018 — 14:20 WIB
Ratna Sarumpaet saat dimintai keterangan di Bandara Soekarno Hatta.

Ratna Sarumpaet saat dimintai keterangan di Bandara Soekarno Hatta.

JAKARTA – Artis cantik Atiqah Hasiholan siap menjadi penjamin ibunya, Ratna Sarumpaet, yang terjerat kasus dugaan penyebaran informasi bohong atau HOAX agar menjadi tahanan kota.

Hal itu disampaikan oleh Insank Nasruddin, pengacara Ratna Sarumpaet, saat akan mengajukan permohonan tahanan kota kepada penyidik, Senin (8/10/2018).

Selain dirinya, anak-anak Ratna Sarumpaet siap menjadi penjamin agar ibunya bisa menjadi tahanan kota. Pasalnya, Ratna harus menjalani perawatan khusus lantaran usianya sudah berkepala tujuh.

“Dilajukannya penahanan tersebut itu pun dasarnya dari syarat subjektif penyidik, kalau kami lengkapi bahwa kami menyatakan pihak keluarga menjamin kami juga sebagai kuasa hukum juga menjamin. Anak-anaknya,” kata Insank di Polda Metro Jaya.

Ratna Sarumpaet meliki empat anak yakni Atiqah Hasiholan, Mohammad Iqbal Alhady, Fathom Saulina, dan Ibrahim Alhady. Mereka dan kuasa hukum siap menjamin aktivis perempuan itu tidak akan melarikan diri, tidak akan mengulangi perbuatan, serta tidak akan melarikan diri.

“Kami menjamin juga bahwa akan mempermudah jalannya proses hukum ini. Kira-kira apa yang menjadi kendalanya,” ujar dia.

Alasan mereka mengajukan permohonan tahanan kota atas dasar kemanusiaan selain berusia lanjut, Ratna juga harus mengkonsumsi obat-obatan. Mesko Insank tidak menyebut secara rinci penyakit dan obat yang diperlukan Ratna.

“Selama ini belum pernah dia menyampaikan hal itu kepada kami ya tim kuasa hukum (keluhan). Tapi tentunya yang menjadi pertanyaan besar buat kita semua adalah kok ibu RS ini setiap saat srtiap hari harus minum obat, tentunya ada alasan ya kan, ya nanti lah setelah saya bertemu sama beliau saya sampaikan dan saya akan bertanya kepada beliau apa sih obat yang diminum setiap saat,” tandas Insank.

Ratna ditangkap petugas imigrasi saat hendak terbang ke Chile dengan rute Jakarta-Istambul-Santiago-Saupaulo melalui Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (4/10/2018) malam. Polisi langsung menggiring Ratna ke Polda Metro Jaya berdasarkan surat penangkapan.

Ratna di tangkap karena sudah dilakukan pencekalan usai ditetapkan tersangka karena diduga melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana di situ dan juga dengan Undang-undang ITE pasal 28 juncto pasal 45 ancamannya 10 tahun.

Pada Jumat (5/10/2018) penyidik resmi melakukan penahanan selama 20 hari terhadap Ratna dengan pertimbangan dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. (yendhi/yp)