Monday, 17 December 2018

Ratna Sarumpaet Ajukan Permohonan Tahanan Kota, Ini Jawaban Polisi

Senin, 8 Oktober 2018 — 20:46 WIB
Ratna Sarumpaet (ist)

Ratna Sarumpaet (ist)

JAKARTA – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mengkaji permohonan tahanan kota yang diajukan keluarga dan pengacara Ratna Sarumpaet.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono permohonan tahanan kota merupakan hak setiap tersangka yang menjalani tahanan. Namun demikian, keputusan berdasarkan pertimbangan penyidik.

“Silakan mengajukan, sebagai hak tersangka. Penyidik yang menilai apakah dikabulkan atau tidak,” kata Argo di konfirmasi wartawan, Senin (8/10/2018).

Alasan pengacara mengajukan permohonan tahanan kota diantaranya karena Ratna sudah lanjut usia dan sering sakit-sakitan. Dikhawatirkan Ratna semakin drop dan tertekan ketika harus menjalani tahanan.

Menanggapi hal tersebut, Argo mengatakan akan ada dokter dari Polda Metro Jaya yang akan mengecek kesehatan Ratna selama menajalani tahanan. “Ada Biddokes (Bindang Kedokteran dan Kesehatan) Polda yang cek,” tandas Argo.

Hari ini, pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin mengajukan permohonan tahanan kota bagi kliennya. Dirinya dan keluarga Ratna siap menjadi penjamin memasyikan aktivis perempuan tersebut tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri, dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Dilakukannya penahanan tersebut itu dasarnya dari syarat subjektif penyidik, kalau kami lengkapi bahwa kami menyatakan pihak keluarga menjamin kami juga sebagai kuasa hukum juga menjamin. Anak-anaknya,” kata Insank.

Ratna ditangkap petugas imigrasi saat hendak terbang ke Chile dengan rute Jakarta-Istambul-Santiago-Saupaulo melalui Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (4/10/2018) malam. Polisi langsung menggiring Ratna ke Polda Metro Jaya berdasarkan surat penangkapan.

Ratna di tangkap karena sudah dilakukan pencekalan usai ditetapkan tersangka karena diduga melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana di situ dan juga dengan Undang-undang ITE pasal 28 juncto pasal 45 ancamannya 10 tahun.

Pada Jumat (5/10/2018) penyidik resmi melakukan penahanan selama 20 hari terhadap Ratna dengan pertimbangan dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. (Yendhi/b)