Monday, 27 May 2019

OK Otrip jadi Jak Lingko, Integrasikan Moda Transportasi Ibukota

Selasa, 9 Oktober 2018 — 0:55 WIB
Kartu OK Otrip. (embun)

Kartu OK Otrip. (embun)

JAKARTA – Pemprov DKI mengubah nama program integrasi antarmoda di Jakarta dari One Karcis One Trip (OK Otrip) menjadi Jak Lingko. Melalui program ini nantin seluruh moda transportasi baik angkot, transjakarta, maupun transportasi berbasis rel seperti light rail transit(LRT) dan mass rapid transit (MRT) akan terintegrasi.

Gubernur DKI, Anies Baswedan mengatakan, istilah lingko diambil dari kosakata baru dalam bahasa Indonesia. Kata lingko disebut baru akan muncul dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pada akhir Oktober.

“Lingko adalah kosakata yang diserap dari budaya kita sendiri. Lingko adalah sistem terintegrasi seperti jejaring yang dulu digunakan untuk membangun distribusi air di Nusa Tenggara Timur,” ujar Anies di Balaikota, Senin (8/10).

Anies berharap, kata lingko bisa langsung mencerminkan makna integrasi begitu orang-orang mendengarnya. Pemprov DKI menggunakan kata lingko untuk mencerminkan jejaring rute integrasi transportasi antarmoda di Jakarta.

“Kita ingin gunakan kata lingko ini menjadi sistem transportasi terintegrasi. Bayangannya seperti jaring laba-laba. Jaring laba-laba itu bisa nyambung, dari rute mana pun bisa, dari titik mana pun ke titik mana pun dalam jaringan ini,” kata dia.

Dengan nama lingko, Pemprov DKI nantinya berencana mengintegrasikan semua jenis moda transportasi, baik angkot, transjakarta, maupun transportasi berbasis rel seperti light rail transit(LRT) dan mass rapid transit (MRT).

TIDAK DIGUNAKAN LAGI

Untuk saat ini, Jak Lingko baru mengintegrasikan angkot dengan transjakarta. Dengan adanya Jak Lingko, nama OK Otrip tidak akan digunakan lagi. “Percobaan kemarin dengan OK Otrip berjalan dengan baik, sistem terintegrasi, it works. Fase kedua sekarang kita laksanakan sama-sama dengan sebuah nama yang baru yang mencerminkan integrasi,” ucap Anies.

Nama program OK Otrip mulai diperkenalkan ketika Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berkampanye dalam Pilkada DKI 2017. Program ini pertama kali diuji coba pada 15 Januari 2018. Uji coba sempat diperpanjang hingga empat kali sampai akhirnya diterapkan mulai 1 Oktober lalu. Meskipun penerapannya sudah dimulai, tidak ada perbedaan tarif dengan saat uji coba.(john/ruh)