Monday, 22 October 2018

Polisi Segera Keluarkan Putusan Soal Permohonan Tahanan Luar Ratna Sarumpaet

Selasa, 9 Oktober 2018 — 13:17 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (yendhi)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (yendhi)

JAKARTA – Polisi akan segera mengeluarkan keputusan atas surat permohonan tahanan kota yang diajukan oleh tersangka dugaan berita bohong atau Hoax, Ratna Sarumpaet melalui kuasa hukumnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, surat permohonan masih dikaji dan masih menjadi pertimbangan penyidik.

“Kemarin sudah dari tersangka dan pengacara mengajukan permohonan untuk penahanan kota untuk tersangka ibu Ratna Sarumpaet. Udah diterima oleh penyidik. Nanti penyidik akan mengevaluasi, akan melihat daripada permohonan tersebut apakah nanti akan dikabulkan atau tidak,” kata Argo di kantornya, Selasa (9/10/2018).

Argo tidak mau berspekulasi dan mendahului keputusan penyidik. Dia minta agar menunggu hasil pertimbangan daripada penyidik yang menangani kasus Ratna.

“Ya secepatnya akan kami sampaikan kalau sudah ada keputusan dari penyidik. Nanti penyidik lebih tau (pertimbangan),” tandas Argo.

Senin (8/10/2018) pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin mengajukan permohonan tahanan kota bagi kliennya. Dirinya dan keluarga Ratna siap menjadi penjamin memastikan aktivis perempuan tersebut tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri, dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Dilakukannya penahanan tersebut itu pun dasarnya dari syarat subjektif penyidik, kalau kami lengkapi bahwa kami menyatakan pihak keluarga menjamin kami juga sebagai kuasa hukum juga menjamin,” kata Insank.

Ratna ditangkap petugas imigrasi saat hendak terbang ke Chile dengan rute Jakarta-Istambul-Santiago-Saupaulo melalui Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (4/10/2018) malam. Polisi langsung menggiring Ratna ke Polda Metro Jaya berdasarkan surat penangkapan.

Ratna di tangkap karena sudah dilakukan pencekalan usai ditetapkan tersangka karena diduga melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana di situ dan juga dengan Undang-undang ITE pasal 28 juncto pasal 45 ancamannya 10 tahun.

Pada Jumat (5/10/2018) penyidik resmi melakukan penahanan selama 20 hari terhadap Ratna dengan pertimbangan dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. (yendhi/tri)