Monday, 17 December 2018

Sidak, Polisi Temukan HP di Sel Ratna Sarumpaet

Selasa, 9 Oktober 2018 — 14:10 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA  –  Pastikan tidak ada penyelundupan ponsel dan bahan berbahaya lainnya, Polisi menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Minggu (7/10/2018). Alhasil, polisi temukan barang bukti handphone (HP) di sel yang dihuni Ratna Sarumpaet.

Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya, AKBP Barnabas menjelaskan, sidak tidak hanya di fokuskan pada sel tahanan Ratna Sarumpaet namun di semua kamar tahanan.

“Ada dua HP yang kita sita. Satu di selnya Ratna sama ada tahanan di sel lain,” kata Barnabas saat dikonfirmasi, Selasa (9/10/2018).

Kendati demikian, Barnabas membantah HP yang diamankan milik Ratna Sarumpaet melainkan milik rekan satu sel aktivis perempuan tersebut.

Selain itu, sidak juga dilakukan bukan semata-mata adanya isu Ratna menggunakan HP didalam tahanan. Barnabas menjelaskan bahwa sidak memang rutin dilakukan untuk mencegah adanya penyelundupan HP dan benda terlarang lainnya.

“HP yang disita bukan milik dia (Ratna), milik tahanan lain. Ya langsung kita musnahkan ya, memang standarnya begitu. Iya benar (sidak rutin). Itu memang prosedur yang standart. Emang sering,” ungkap Barnabas.

Dia juga memastikan tidak ada benda terlarang yang ditemukan pada Ratna Sarumpaet “Enggak. Dari RS (Ratna Sarumpaet) sih enggak ditemukan apa-apa,” tandas dia.

Hal senada disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono. Menurutnya, sidak memang rutin dilakukan pihak penjaga tahanan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Operasi di dalam sel biasa. Ga masalah itu. Jangan sampai nanti ada sajam, HP kan ga boleh. Itu wajar (sidak). SOP (standar operasional prosedur)-nya kan begitu,” kata Argo.

Jumat (5/10/2018) polisi resmi melakukan penahanan selama 20 hari terhadap Ratna dengan pertimbangan dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Ratna ditetapkan tersangka karena diduga melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana di situ dan juga dengan Undang-undang ITE pasal 28 juncto pasal 45 ancamannya 10 tahun.   (yendhi/tri)