Wednesday, 24 July 2019

Amien Rais Diperiksa Polda Metro, Waspadai Macet

Rabu, 10 Oktober 2018 — 7:50 WIB
Amien Rais. (dok)

Amien Rais. (dok)

JAKARTA – Mantan Ketua MPR-RI, Amien Rais akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus dugaan penyebaran informasi bohong atau Hoaks tersangka Ratna Sarumpaet, Rabu (10/10/2018).

“Besok (hari ini) diagendakan riksa pak Amien Rais,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Selasa (9/10/2018).

Sesuai agenda, lanjut Argo, Amien dijadwalkan hadir untuk memberikan kesaksian pada pukul 10.00 WIB. Pemanggilan pemeriksaan kali ini adalah kali kedua setelah mangkir pada panggilan pertama, Jumat (5/10/2018). Kepada polisi, Amien sudah konfirmasi akan hadir.

“Agendanya jam 10.00. Tapi kami tunggu nanti. Informasinya Amien mau hadir,” ujar Argo.

Amien Rais sendiri disebutkan akan mengerahkan 300 advokat saat akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya meski hanya berkapasitas sebagai saksi. Tidak hanya itu, akan ada 500 massa yang akan turun ke jalan menuju Polda Metro Jaya mengawal pemeriksaan Amien Rais.

Polisi tidak mempermasalahkan adanya aksi massa dan telah menyiapkan pola pengamanan. Argo menyampaikan meski mengerahkan ratusan advokat namun hanya Amien dan pengacara yang diperbolehkan masuk ke ruang penyidik. Hanya saja bagi pengendara diminta waspada mungkin arus lalulintas di depan Mapolda Metro di Jalan Sudirman macet.

Ratna ditangkap petugas imigrasi saat hendak terbang ke Cile dengan rute Jakarta-Istambul-Santiago-Saupaulo melalui Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (4/10/2018) malam. Polisi langsung menggiring Ratna ke Polda Metro Jaya berdasarkan surat penangkapan.

Penangkapan setelah Ratna dicekal usai ditetapkan tersangka karena diduga melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana di situ dan juga dengan Undang-undang ITE pasal 28 juncto pasal 45 ancamannya 10 tahun.

Pada Jumat (5/10/2018) penyidik resmi melakukan penahanan selama 20 hari terhadap Ratna dengan pertimbangan dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Dalam kasus ini, Polisi juga telah meminta keterangan terhadap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal dan dokter Rumah Sakit Bina Estetika. (Yendhi/b)