Monday, 17 December 2018

Sudah Minta Maaf, Anies Minta Guru SMAN 87 Diinvestigasi

Rabu, 10 Oktober 2018 — 21:45 WIB
sman-87

JAKARTA– Gubernur DKI Anies Baswedan meminta pihak inspektorat melakukan investigasi soal guru SMA Negeri 87 Jakarta Selatan yang dituding dalam memberikan pelajaran mengarahkan muridnya agar anti-Jokowi. Anies menegaskan, akan memberi sanksi jika memang ada pelanggaran.

Diakui oleh Anies hingga sekarang dia belum mengetahui persis duduk persoalannya. Namun harus diteliti dulu.” Jika memang pelanggaran, tidak sesuai ketentuan kita akan sanksi sesuai ketentuan. Guru harusnya mendidik, memberikan contoh, dan seluruh aparatur sipil negara harus mengambil posisi netral,” kata Anies di Gedung DPRD DKI, Rabu (10/10/2018).

Dan Perwakilan Dinas Pendidikan DKI sudah menyambangi SMA 87 dan melakukan klarifikasi kepada NH. Saat diperiksa, NH disebut menangis dan menyesal dan mengaku tidak melakukan seperti hal yang dituduhkan.

Tidak itu saja Bawaslu DKI juga sudah melakukan investigasi. Dan juga tidak ditemukan pelanggaran pemilu oleh guru tersebut.

Seperti diketahui orangtua mengadu yang mengaku orang tua murid menyebut anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan guru NN di suatu tempat dan kepada mereka ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Masih dalam aduan itu, si pengadu menjelaskan guru N menyebut banyaknya korban bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi. Pengadu berkeberatan terhadap tindakan NN yang dianggap telah melakukan doktrin anti-Jokowi. Dan ini sempat viral di media sosial.

Meski merasa tidak bersalah namu Ibu Guru NN tetap saja minta maaf kepada Jokowi.
yang disampaikan lewat secarik surat bermaterai.

Berikut isi suratnya:

Menyatakan bahwa:

1. Paska gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah saya melakukan refleksi pembelajaran di masjid dengan menggunakan media video tentang bencana gempa dan tsunami

2. Selama dan setelah pemutaran video saya memberikan penjelasan/komentar tentang isi video. Ada kemungkinan saya salah ucap atau siswa salah mempersepsikan kalimat-kalimat penjelasan saya.

3. Sehubungan dengan itu, sebagai manusia yang tidak luput dari khilaf dan salah, dengan hati yang tulus saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa dirugikan dengan kejadian ini, khususnya kepada Bapak Presiden Jokowi yang terbawa-bawa dalam masalah ini, dan juga kepada teman-teman wartawan. Saya berjanji akan lebih berhati-hati di masa yang akan datang, agar ucapan dan tindakan saya tidak menyinggung siapa pun.

4. Saya mohon kepada teman-teman wartawan untuk menyebarluaskan permohonan maaf saya ini melalui media.

5. Saya juga mohon maaf kepada keluarga besar SMA Negeri 87 Jakarta yang merasa dirugikan atas kejadian ini, karena kejadian ini seharusnya tidak menyangkut institusi SMA Negeri 87 Jakarta.(B)