Friday, 14 December 2018

Benarkah Putra Mahkota Saudi Perintahkan Penangkapan Khashoggi ?

Kamis, 11 Oktober 2018 — 12:03 WIB
Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran  Mohammed bin Salman .(Reuters)

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman .(Reuters)

AMERIKA SERIKAT – Keberadaan jurnalis pengkritik kerajaan Arab Saudi Jamal Khashoggi masih jadi misteri, termasuk kondisinya apakah masih hidup atau sudah tewas.

Intelijen Amerika Serikat mengaakan,  Khashoggi telah menjadi incaran Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) untuk ditangkap jika pulang ke Saudi.

Sumber di pemerintahan AS seperti dilansir  Washington Post pada Rabu (10/10/2018) juga mengatakan MbS telah memerintahkan operasi memancing Khashoggi pulang ke Saudi dari persembunyiannya di Virginia, AS.  Jika Khashoggi sudah pulang, polisi Saudi akan menangkapnya.

 Khashoggi,  adalah jurnalis yang kerap mengkritik kebijakan MbS di Washington Post. Dia mengaku pada kawan-kawannya bahwa selalu dihubungi pejabat Saudi pada  empat bulan terakhir ini.

(Baca : Siapa Jamal Khashoggi? Wartawan Saudi yang Hilang di Turki dan Kenal Osama bin Laden)

Menurutnya,  pejabat Saudi menawarkan perlindungan bahkan pekerjaan dengan jabatan tinggi di pemerintahan, jika dia mau pulang ke negaranya. Tapi Khashoggi meragukan tawaran itu.

Dia mengatakan: ‘Apa kau bercanda? Saya tidak percaya mereka sedikit pun,” kata Khaled Saffuri, aktivis Arab-Amerika, mengutip perkataan Khashoggi kepadanya pada Mei lalu. Ketika itu Khashoggi mengaku dapat telepon dari Saud al-Qahtani, penasihat kerajaan Saudi.

Khashoggi hilang tanpa jejak setelah masuk ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu. Berbagai sumber anonim di pemerintahan Turki mengatakan, Khashoggi dibunuh dan dimutilasi oleh 15 orang di dalam Konsulat itu.

Saudi membantah tuduhan tersebut. Pemerintah AS juga menolak mengomentari laporan intelijen soal MbS yang memerintahkan penangkapan Khashoggi.

“Walau saya tidak bisa mengomentari masalah intelijen, tapi saya bisa pastikan Amerika Serikat tidak pernah tahu sebelumnya soal hilangnya (Khashoggi),” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Robert Palladino.(tri)