Thursday, 18 October 2018

Diduga Mendoktrin Anti-Jokowi, Anies Larang Oknum Guru Berinteraksi dengan Murid

Kamis, 11 Oktober 2018 — 14:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.(yendhi)

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.(yendhi)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, memerintahkan Kepala SMAN 87 melarang seorang wanita guru agama Islam, berinteraksi dengan siswa. Guru itu diduga mendoktrin muridnya agar anti-Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu buntut dari viralnya video di media sosial (medsos) mengumpulkan murid-muridnya di sebuah ruangan yang diduga masjid sembari menunjukkan video gempa dan tsunami di Sulawesi Selatan. Guru itu juga memberi penjelasan yang terkesan menyudutkan Jokowi.

“Nomor satu kalau ada guru yang bermasalah dengan siswa, tarik dari sekolah, tarik dari kelas, sehingga ia tidak berada di kelas dulu, tidak berinteraksi dengan siswa. Ada proses pendisiplinan sehingga aman buat semua,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Anies melarang guru yang terlibat permasalahan mengajar dan diberi hukuman berupa pendisiplinan, yakni larangan mengajar hingga aturan kepegawaian diselesaikan.

“Kalau status kepegawaian ada aturannya. Tapi yang jelas dia di tarik dari interaksi dengan siswa sampai proses pendisiplinannya tuntas,” tandas Anies.

Sebelumnya, orangtua salah satu murid SMA 87 mengadu karena anaknya bersama rekan yang lain dikumpulkan oleh guru tersebut di suatu tempat lalu diputarkan video gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Pengadu menjelaskan, saat itu oknum guru tersebut menjelaskan kepada murid-murid itu bahwa musibah bencana alam di Sulteng adalah kesalahan Jokowi. Hal itu dianggap salah karena bisa disebut sebagai doktrin anti-Jokowi.

Setelah viral, oknum guru tersebut telah meminta maaf kepada semua pihak, termasuk kepada Jokowi. Permintaan maaf disampaikan lewat secarik surat bermaterai. (yendhi/yp)