Friday, 14 December 2018

Eks Aksi 212 Siap Kerja Sama dengan Ahok Dukung Jokowi

Kamis, 11 Oktober 2018 — 18:18 WIB
Razman Nasution dan eks peserta Aksi Bela Islam 212 siap bersama Ahok dukung Jokowi (ikbal)

Razman Nasution dan eks peserta Aksi Bela Islam 212 siap bersama Ahok dukung Jokowi (ikbal)

JAKARTA – Eks peserta Aksi Bela Islam 212 telah menyatakan dukungan terhadap pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Kelompok yang dikomandoi mantan pengacara Rizieq Shihab, Razman Nasution itu siap bekerja sama dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jika mantan Gubernur DKI Jakarta itu nantinya juga melabuhkan dukungan kepada Jokowi – Ma’ruf Amien.

Diketahui, Aksi Bela Islam 212 adalah upaya protes terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai menodai agama. Aksi dalam jumlah massa yang besar tersebut juga akhirnya “berhasil” mengirimkan Ahok ke penjara.

“Mau Ahok langsung, mau Ahokers juga tidak ada masalah. Kita bersyukur dia bisa lebih dekat dengan kita. Kita dengar-dengar beliau sering baca Alquran, siapa tahu dapat hidayah dari Allah, dia masuk Islam, yaa bersyukur,” ujarnya di Posko Cemara Jalan Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Razman mengatakan Eks 212 tidak menyimpan dendam kepada Ahok meski pernah menodai agama Islam. Meski gerakan 212 berawal dari pernyataan Ahok, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan akan menerima Ahok jika dalam gerbong sama.

“Begitu dia menerima konsekuensi logis dari perbuatannya dan dia sudah menjalani dan dan keluar dan bergabung. Jangankan pendukung Ahok, Ahoknya sendiri, gak ada, emang ada dia dimusuhi? Tidak boleh itu dalam Islam, kita bersaudara tidak boleh membenci orang,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Koordinator Eks 212 Kawal KH. Ma’ruf Amien, Kapitra Ampera. Dia menyebut persoalan dengan Ahok selesai dengan ganjaran penjara dua tahun.

“Ketika dia melangkahi dan bersalah dan telah menajalaninya udah selesai itu urusan. Tidak ada lagi dendam diantara kita. Mudah-mudahan itu menjadi pelajaran bagi orang-orang. Makanya kits bersama memperkuat NKRI supaya menjadi negara yang dirahmati Allah dan bisa memberikan keadilan bagi semua orang tanpa melihat latar belakamg etnis,” imbuh Kapitra. (ikbal/win)