Saturday, 15 December 2018

Gara-Gara Mempunyai WIL Suami Bisa menjadi Petinju

Kamis, 11 Oktober 2018 — 6:59 WIB
tonjok

JADI petinju ternyata tak harus berbadan kekar dan rajin latihan di sasana tinju. Saptono, 36, dari Boyolali (Jateng), meski kerempeng mendadak bisa jadi “petinju” kelas berat gara-gara mempunyai WIL. Marah karena istrinya, Handini, 22, ngomeli WIL pakai HP, langsung dihajar hingga KO (mati).

Istri cap apapun pastilah tak mau cinta suami dibagi-bagi macam sembako menjelang Lebaran. Karenanya ketika suami punya mainan baru namanya WIL, segera protes dengan caranya sendiri. Ada yang dengan bijak dan penuh kesabaran, tapi ada juga yang grusa-grusu sehingga suami menjadi nesu (marah). Mending kalau marahnya sekedar kata-kata, jika tanganpun ikut bergerak, salah-salah nyawa bisa melayang.

Nasib Ny. Handini dari Musuk, Boyolali (Jateng) ini sungguh malang. Meski tinggal di desa kebun gula, tapi hidupnya tak selalu manis. Bayangkan, menikah baru dua tahun sudah kena cobaan berat. Saptono suaminya tergoda perempuan lain.

Dia pernah menegur Saptono, agar kembali jalannya revolusi rumahtangga, tapi hanya di-iyain saja. Lain hari kembali dia berasyik-asyik dengan WIL-nya itu. Dampaknya sangat signifikan. Sebab belanja rumahtangga yang biasanya 100 persen didanai dari gaji suami, kini tidak lagi utuh. Postur anggarannya jadi tak menentu, karena uang sebagian lari ke WIL Saptono.

Karena suami tak bisa dibilangin, ketika dia tahu nomer HP WIL suaminya, langsung ditelepon dan dimaki-makinya. Ee, Saptono mendengar bagaimana kekasih tak resminya itu diomeli istri. Langsung saja HP direbut, terus Handini ditempeleng, dijedotin ke tembok dan kemudian dicekik.

Saptono ketika melepas cekikan baru sadar, kenapa mendadak jadi petinju. Istri sendiri kok diswing dan diuper cut. Ketika istri diam tak bergerak, dikiranya pingsan. Tapi sampai dinihari tak kunjung bangun, lha memang sudah wasalam.

Dia lalu minta tolong tetangga, mengabarkan kalau istrinya meninggal mendadak. Keluarga Handini percaya saja, terbukti esok paginya langsung dimakamkan. Tapi ibu-ibu yang memandikan jenazah curiga, kok leher almarhumah lebam-lebam, wajah bengep padahal tak operasi sedot lemak.

Diam-diam polisi dilapori dan kemudian dilakukan pembongkara jenazah. Ternyata terindikasi memang sebagai korban penganiayaan. Tersangkanya langsung ketemu, yakni Saptono sendiri. Dia ditahan dengan tuduhan penganiayaan dan KDRT.

Masuk penjara, belum tentu WIL-nya bezuk. (Gunarso TS)