Sunday, 16 December 2018

Guru yang Diduga Mendoktrin Anti-Jokowi Dinonaktifkan

Kamis, 11 Oktober 2018 — 23:27 WIB
sman-87

JAKARTA – NK, guru SMAN 87 Jakarta, akhirnya dinonaktifkan sebagai pengajar di sekolah tempatnya bekerja. Sanksi itu harus ia terima setelah dirinya diduga telah mendoktrin siswanya untuk anti Presiden Joko Widodo atau menyalahkan Jokowi, saat pemutaran video korban bencana Palu-Donggala.

Surat penonaktifan sementara NK itu telah ditandatangani oleh Kepala SMAN 87 Jakarta, Patra Patiah, Kamis (11/10/2018). “Per 11 Oktober saya menandatangani surat pernyataan untuk menonaktifkan yang bersangkutan mengajar,” kata Patra, di SMAN 87, Jakarta Selatan, sebagaimana dikutip rekan media, Kamis (11/10/2018).

Patra menjelaskan, keputusan itu diberikan sesuai instruksi dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan bahwa guru yang terlibat permasalahan mengajar harus dikenakan hukuman berupa pendisiplinan, yakni larangan mengajar hingga aturan kepegawaian diselesaikan.

(BacaDiduga Mendoktrin Anti-Jokowi, Anies Larang Oknum Guru Berinteraksi dengan Murid)

Selain itu, Patra menambahkan, penonaktifkan diberikan agar NK tidak terlalu banyak mengalami tekanan. Terlebih, menurutnya, sejak kasus itu dipermasalahkan, NK tampak kurang fokus mengajar.

“Secara fisiknya pun tidak sanggup. (Katanya) ‘Saya sudah enggak sanggup ngajar, badan saya sakit’ dan pikirannya agak linglung,” imbuh Patra seraya menambahkan status nonaktif itu akan dicabut setelah pemeriksaan terhadap kasus dugaan doktrin itu selesai dan kondisi kesehatan NK telah pulih.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memerintahkan Kepala SMAN 87 melarang seorang wanita guru agama Islam, berinteraksi dengan siswa. Guru itu diduga mendoktrin muridnya agar anti-Joko Widodo (Jokowi).

(BacaSudah Minta Maaf, Anies Minta Guru SMAN 87 Diinvestigasi)

Hal itu buntut dari viralnya video di media sosial (medsos) mengumpulkan murid-muridnya di sebuah ruangan yang diduga masjid sembari menunjukkan video gempa dan tsunami di Sulawesi Selatan. Guru itu juga memberi penjelasan yang terkesan menyudutkan Jokowi.

Kasus itu bermula dari orangtua salah satu murid SMAN 87 Jakarta mengadu karena anaknya bersama rekan yang lain dikumpulkan oleh guru tersebut di suatu tempat lalu diputarkan video gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

(BacaDituduh Doktrin Muridnya Anti-Jokowi, Ibu Guru Ini Repot Sendiri)

Pengadu menjelaskan, saat itu oknum guru tersebut menjelaskan kepada murid-murid itu bahwa musibah bencana alam di Sulteng adalah kesalahan Jokowi. Hal itu dianggap salah karena bisa disebut sebagai doktrin anti-Jokowi.

Setelah viral, oknum guru tersebut telah meminta maaf kepada semua pihak, termasuk kepada Jokowi. Permintaan maaf disampaikan lewat secarik surat bermaterai. (*/ys)