Thursday, 18 October 2018

Harga Bahan Bangunan Ikut Naik

Kamis, 11 Oktober 2018 — 1:55 WIB
Dokumentasi

Dokumentasi

JAKARTA – Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang terus melambung, selain membuat harga kebutuhan pokok naik, juga membuat harga bahan bangunan ikut meroket. Warga yang saat ini tengah memperbaiki rumah, semakin pusing karena uangnya sudah menipis, tetapi huniannya tak kunjung selesai.

Kondisi ini dialami Maulana, 48, warga Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Ia mengaku sudah sangat pusing dengan naiknya harga bahan material.

Upaya membangun kamar untuk anaknya pun menjadi tersendat karena harga semen, pasir hingga batu bata melambung. “Dolar Amerika naik, ya semuanya ikut-ikutan. Akhirnya saya kena imbasnya,” keluhnya, Rabu (10/10).

Maulana membeberkan, sejak seminggu belakangan ini harga semen terus naik. Awalnya membeli semen Rp54 ribu/sak, kini naik menjadi Rp59 ribu/sak sampai Rp 60 ribu/sak.

“Belum lagi harga pasir, kini satu colt mencapai Rp400 ribu. Besi juga ikut mahal, satu batang harganya Rp20 ribu dari sebelumnya cuma Rp18 ribu,” ujar Maulana.

Atas kondisi itu, Maulana mengaku mulai mengencangkan ikat pinggang. Malah untuk sementara waktu akan menghentikan pembangunan kamar anaknya yang saat ini baru mencapai 30 persen.

“Kalau diteruskan yang ada cuma bisa beli bahan saja, tukangnya malah nggak terbayar. Nanti bila harga sudah normal, baru dilanjutkan lagi. Ya, sembari menabung lah,” ucapnya.

Sementara itu, di toko bahan bangunan CV Surya, harga-harga tercatat terus melonjak tajam. Harga semen tiga roda 50 Kg dijual Rp65.500. Semen Gresik 40 Kg seharga Rp52.500, dan semen holcim 40 Kg dijual Rp65.000. “Kalau semen Holcim 50 Kg saya jual Rp74.500, sedangkan Semen Padang 40 Kg dijual Rp64.500,” ungkap Asrul, penjaga toko.

10 PERSEN

Bukan hanya semen, kenaikan harga juga terjadi pada batu bata, kayu kusen, balok dan pasir. Seluruh barang yang dijualnya di toko itu naik antara 5 sampai 10 persen dari harga sebelumnya. “Kalau nggak naikin harga, kami bisa rugi. Makanya sekarang, kami siapin stoknya nggak banyak,” ujar Asrul.

Dalam kesempatan itu, Asrul menyebut, harga cat dan asbes juga melambung selama sepekan belakangan ini.

“Kalau cat yang ukuran 5 Kg, kami jual dengan harga Rp132 ribu dan triplek yang paling tipis Rp47 ribu dan yang paling tebal Rp190 ribu,” pungkasnya. (ifand/ruh/st)