Sunday, 16 December 2018

Jalan Terjal Becak Mengaspal Lagi

Kamis, 11 Oktober 2018 — 4:34 WIB

ATAS nama keadilan, Gubernur Anies Baswedan akan ‘memerdekakan’ becak beroperasi di Jakarta. Angkutan roda tiga yang sebelumnya selalu digaruk Satpol PP DKI Jakarta bila muncul, nantinya boleh mengaspal di jalan lingkungan.

Memudahkan tukang becak menunggu penumpang, Pemprov DKI Jakarta akan menyediakan shelter becak terpadu atau semacam tempat pangkalan. Shelter yang lokasinya dekat daerah operasi itu nantinya dikasih plang, sehingga becak tidak sembarangan mangkal.

Memuluskan becak mengaspal di jalan lingkungan Jakarta, Anies berencana merevisi Peraturan Daerah Ketertiban Umum (Perda Tibum) Nomor 8/2007. Setelah itu, bila Perda Tibum hasil revisi versi eksuktif rampung akan diserahkan ke DPRD untuk dibahas.

Langkah Anies yang akan merevisi Perda Tibum tentu saja disambut gembira tukang becak di Jakarta. Apalagi Perda Tibum selama ini bagi mereka adalah momok yang menakutkan.

Hanya saja impian becak bisa mengaspal lagi di Jakarta sepertinya masih menemukan jalan terjal. Tak jarang anggota DPRD menolak bila revisi Perda Tibum membolehkan becak beroperasi. Sekelompok anggota Dewan yang kontra menilai membolehkan becak mengaspal lagi adalah langkah mundur.

Becak memiliki sejarah panjang di ibukota. Angkutan ini mulai beroperasi sekitar 1936. Namun pada 1967, becak dikutak-kutik untuk diberangus. Upaya menghilanglan becak, Perda tentang Pola Dasar dan Rencana Induk Jakarta yang regulasinya tidak mengakui becak sebagai kendaraan angkutan umum dikeluarkan.

Seiring dengan perkembangan kota, pada 1972 pelarangan becak resmi dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Dasar larangannya Perda Nomor 4/1972 yakni menetapkan becak, sama dengan opelet, bukan jenis kendaraan yang layak untuk Jakarta.

Pada 1990, Pemprov DKI Jakarta lebih tegas memutuskan becak harus hilang dari Jakarta. Kesabarannya untuk membiarkan becak tetap ada di jalanan dianggap sudah cukup sebagai tenggang rasa. Larangan itu dituangkan dalam Perda Nomor 11/1988 tentang Ketertiban Umum.

Meski ada larangan, faktanya sejumlah becak masih ada dan beroperasi secara kucing-kucingan. Berpuluh-puluh tahun secara aturan ilarang, kini angkutan beroda tiga itu sepertinya akan ‘hidup’ lagi karena Anies menilai becak masih dibutuhkan warga.

Atas nama keadilan dan demi memberikan kesempatan tukang becak berpenghasilan untuk menghidupi keluarganya seperti yang disuarakan Anies, akankah alat transportasi roda tiga ini bisa mengaspal lagi di Jakarta. Publik kini menunggunya. @*