Monday, 15 October 2018

Jokowi Terima PM Singapura Bahas Ekonomi dan Pariwisata

Kamis, 11 Oktober 2018 — 23:24 WIB
Presiden Joko Widodo menerima PM Singapura  Lee Hsien Loong di sela  pertemuan IMF dan Bank Dunia, di Bali,  Kamis (11/10/2018).

Presiden Joko Widodo menerima PM Singapura Lee Hsien Loong di sela pertemuan IMF dan Bank Dunia, di Bali, Kamis (11/10/2018).

JAKARTA  – Indonesia dan Singapura sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan finansial. Sejumlah kesepakatan telah ditandatangani kedua belah pihak, termasuk kerjasama  di bidang ekonomi.

Demikian hasil pertemuan antara  Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong di sela acara pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, di Bali,  Kamis (11/10).

Di bidang pariwisata, kedua negara semakin meningkatkan konektivitasnya dengan pembukaan sejumlah jalur penerbangan dan destinasi kapal pesiar dari Singapura. Peningkatan konektivitas ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan turis manca negara, utamanya ke 10 Bali Baru.

“Saya dan PM Lee menyambut baik berbagai perkembangan kerja sama kedua negara seperti pembukaan jalur penerbangan antara Singapura-Toba, Singapura-Belitung, dan penambahan destinasi kapal pesiar dari Singapura ke Surabaya, ke Bali Utara, ke Jakarta, ke Kuala Tanjung, dan ke Bintan,” ujar Jokowi usai pertemuan Indonesia-Singapura Leader’s Retreat di Hotel The Laguna Resort & Spa Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis, 11 Oktober 2018.

Selain itu, menurut Jokowi, keduanya juga berbicara kepentingan dan kerja sama negara-negara di tingkat regional (ASEAN). Presiden Jokowi menjelaskan sebagai dua negara pendiri ASEAN, Indonesia dan Singapura memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperkuat ASEAN.

“Kita harus memperkuat kontribusi ASEAN terhadap perdamaian, stabilitas, kesejahteraan kawasan dan dunia, termasuk dalam pengembangan konsep kerja sama Indo-Pasifik,” ujarnya.

Sementara di akhir pernyataan, Presiden Joko Widodo tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan Singapura bagi keanggotaan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.(Johara/win)