Thursday, 18 October 2018

Mental Juara Antar Jendi Pangabean Sabet Medali Emas Asian Paragames 2018

Kamis, 11 Oktober 2018 — 23:35 WIB
Atlet para-renang Jendi Pangabean menyumbangkan medali emas ke-24 bagi Indonesia di final nomor gaya punggung 100 meter. (cw2)

Atlet para-renang Jendi Pangabean menyumbangkan medali emas ke-24 bagi Indonesia di final nomor gaya punggung 100 meter. (cw2)

JAKARTA – Sukses meraih medali emas di nomor gaya punggung putra 100 meter (S9), perenang Jendi Pangabean mengaku tekadnya untuk menjadi juara lah yang akhirnya membawa ia meraih medali tersebut.

Pada babak final yang berlangsung Kamis (11/10/2018) malam tadi, Jendi berhadapan dengan kontingen dari berbagai negara di Asia, seperti China dan Korea yang kerap kali merebut medali di cabang olahraga para renang ini.

Namun siapa sangka, pria kelahiran Sumatera Selatan ini mampu menyalip China dan Korea. Sehingga medali emas pun berada di tangannya. Ia mengungkapkan, meskipun tahu lawan yang dihadapinya cukup berat, namun tekad dalam dirinya untuk menjadi juara juga tidak kalah kuat. Itu lah yang mengantarkannya pada kemenangan malam ini.

“Yang saya pikirkan cuma satu bahwa saya ingin juara. Karena ini tanding di depan publik sendiri, dari pelatih juga targetkan medali emas,” ujar Jendi ketika ditemui selepas pertandingan, di area Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta Pusat.

(BacaJendi Pangabean Sumbang Emas ke-24 bagi Indonesia)

Menurutnya, target tersebut cukup berat, mengingat perenang Indonesia baru mampu menyumbang satu emas saja. Namun ia sangat bersyukur, akhirnya mampu menyumbangkan emas kedua dari cabor para renang bagi Indonesia.

Dukungan yang luar biasa dari penonton Indonesia pada babak final tadi ternyata membuat Jendi merasa agak dag-dig-dug. Sebab menurutnya, di Asian Para Games ini merupakan kali pertama dirinya bertanding di hadapan masyarakat Indonesia secara langsung.

“Saat pertandingan lumayan deg-degan, karena pertama kali tanding di depan penonton sendiri. Dukungan masyarakat Indonesia sangat luar biasa. Mungkin rasanya ingin cepat-cepat menyudahi pertandingan, tapi bersyukur target tetap tercapai, meraih medali emas,” jelasnya.

(BacaPerjuangan Ammar Hadi Ali, dari Korban Perang Kini Jadi Atlet Anggar)

Jendi pun bersyukur karena masyarakat Indonesia terus memberikan dukungan, baik secara langsung maupun tidak kepada dirinya dan atlet Indonesia lainnya di perhelatan Asian Para Games ketiga ini, terutama cabor para renang. Ia berharap, masyarakat akan terus memberikan dukungan sampai perhelatan ini berakhir.

“Terima kasih buat seluruh masyarakat telah mendukung kami di Asian Para Games 2018 ini, terima kasih doa dan dukungan semua masyarakat. Besok dukung kami lagi di hari terakhir di akuatik,” tambahnya.

Pria kelahiran 1991 ini masih akan turun di dua nomor lainnya, yakni gaya kupu-kupu 100 meter (S9) dan gaya bebas 50 meter (S9). Disinggung masalah medali, Jendi mengaku tidak ditargetkan medali apapun. Namun ia akan tetap memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

“Mudah-mudahan besok bisa memberikan yang terbaik lagi untuk Indonesia,” tutup Jendi.

(BacaPenonton Teriakkan Ayo Kalian Bisa, Pasangan Ganda Bulutangkis Indonesia Kalahkan Thailand)

Sebelumnya, Jendi telah memperoleh medali emas di nomor gaya punggung 100 meter (S9), Kamis (11/10/2018) malam. Sementara sebelumnya pada Senin (8/10/2018) lalu, Jendi sukses menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia, di nomor gaya bebas 100 meter (S9). (cw2/ys)