Thursday, 18 October 2018

Pemkab Purwakarta Terus Kembangkan Persawahan Organik

Kamis, 11 Oktober 2018 — 23:59 WIB
Inilah model pertanian organik yang sedang digalakan di Purwakarta, Jawa Barat. (dadan)

Inilah model pertanian organik yang sedang digalakan di Purwakarta, Jawa Barat. (dadan)

PURWAKARTA – Dinas Pangan dan Pertanian Kab Purwakarta, Jawa Barat mendorong perluasan area pesawahan organik. Ini menyusul tingginya potensi perpindahan dari sawah konvensional ke organik diwilayahnya.

“Salah satu faktor pendukung pengolahan sawah organik ketersediaan air bersih,” ujar Agus R Suherlan, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Kamis (11/10/2018).

Agus memetakan wilayah selatan Purwakarta memiliki ketersediaan air yang bersumber dari pegunungan. Di wilayah tersebut Agus menargetkan 1000 hektar sawah organik.

“Kedepan, akan terus kita kembangkan. Bahkan, targetnya bisa mencapai 1.000 hektare,” ujarnya.

Di Purwakarta, kata dia, untuk area pertanian organik yang sudah berjalan mencapai 200 hektar. Tersebar di sejumlah wilayah seperti di Kecamatan Pasawahan dan Pondok Salam.

Menurutnya, area pertanian organik ini cukup potensial. Ditambah munculnya kesadaran petani untuk beralih dari konsep pertanian konvensional ke organik. “Dikarenakan hasil produksi pertanian organik cukup menggiurkan,”jelas Agus.

Dari 17 kecamatan yang ada, enam Kecamatan di antaranya paling potensial mengembangkan pertanian padi organik. Yakni, Kecamatan Kiarapedes, Wanayasa, Bojong, Darangdan, Pondok Salam dan Pasawahan. Alasannya, sumber air di wilayah itu masih alami. Yaitu, keluar dari sumber mata air pegunungan.

“Salah satu faktor terpenting mengembangkan pertanian organik ini, yaitu ketersediaan air bersihnya,” ujar Agus.

Air untuk pertanian organik harus bebas dari lombar dan residu, karena berpengaruh terhadap produksi padi yang dihasilkan.

“Jika ini berhasil dikembangkan, maka beras organik bisa jadi produk unggulan Purwakarta, apalagi harga nilai jualnya cukup tinggi,.” ujar Agus.(dadan/b)
_____________