Friday, 14 December 2018

Penyuap Adik Ketua MPR Mulai Diadili

Kamis, 11 Oktober 2018 — 22:26 WIB
Suasana sidang terhadap terdakwa  Gilang Ramadhan

Suasana sidang terhadap terdakwa Gilang Ramadhan

LAMPUNG – Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan terdakwa kasus dugaan suap fee proyek infrastruktur Dinas PUPR Lampung Selatan yang tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Kelas IA Tanjungkarang, Kamis (11/10/2018).

Persidangan tidak pidana korupsi itu, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Mien Trisnawaty dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Antirasuah (KPK) RI, Subari Kurniawan.

Sidang perdana itu, terdakwa Gilang Ramadhan yang mengenakan kemeja biru dan duduk di kursi pesakitan di ruang Garuda Pendadilan Tipikor Tanjungkarang. Bos CV 9 Naga tersebut, didampingi penasehat hukumnya, Luhut Simanjuntak.

Ketua tim JPU KPK RI, Subari Kurniawan mendakwa Gilang Ramadahan dengan dua pasal, yakni Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 13 UU No. 13 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam dakwaannya, Subari Kurniawan menyebut bahwa terdakwa Gilang memberikan uang sebesar Rp 1,4 miliar kepada Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan yang juga adik dari Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua Umum DPP PAN . Pemberian uang tersebut, yakni dengan maksud supaya pegawai negeri ataupun penyelenggara berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

Pemberian uang tersebut, dilakukan melalui Syahroni dan Agus Bakti Nugroho sejak November 2017 hingga 25 Juli 2018. Gilang memberikan uang dengan sebutan fee proyek sebesar 21 persen, fee tersebut untuk memenangkan 15 tender proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan sejak tahun 2017 hingga 2018.

“Rinciannya, untuk Zainudin Hasan sebesar 15 persen hingga 17 persen. Komitmen fee tersebut, digunakan Zainudin Hasan dan sisanya untuk panitia lelang dan operasional,”bebernya, Kamis (11/10/2018).

Menurutnya, hal tersebut disampaikan oleh Syahroni anak buah dari terdakwa Gilang Ramadhan, dan dia menyetujui komitmen dari fee proyek tersebut.

Usai membacakan dakwaan, Jaksa KPK RI tidak melanjutkan sidang dengan agenda keterangan saksi dan meminta sidang dilanjutkan dengan agenda keterangan saksi pada Minggu depan dengan agenda keterangan saksi.

“Untuk sidang keterangan saksi, kami meminta kepada yang mulia dilanjutkan pekan depan. Ada sekitar 5 hinga 6 saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan nanti,”jelasnya. (Koesma/b)