Monday, 15 October 2018

Perjuangan Ammar Hadi Ali, dari Korban Perang Kini Jadi Atlet Anggar

Kamis, 11 Oktober 2018 — 20:17 WIB
Atlet anggar kursi roda asal Irak, Ammar Hadi Ali (ist/Inapgoc)

Atlet anggar kursi roda asal Irak, Ammar Hadi Ali (ist/Inapgoc)

JAKARTA – Atlet anggar kursi roda asal Irak, Ammar Hadi Ali tidak membayangkan jika pada akhirnya ia bisa menjadi seorang atlet di Asian Para Games. Semua bermula saat sebuah musibah menimpanya ketika terjadi Perang Iran-Irak masih berkecamuk di negerinya.

Ali, sapaan akrabnya adalah salah satu korban dari keganasan perang dua negara tetangga itu. Ia menjadi korban serpihan bom yang kemudian melumpuhkan pinggang dan kakinya. Sehingga ia tak sanggup berjalan menggunakan dua kakinya lagi.

“Kejadiannya pada 2007, ketika saya sedang bekerja memasang atap rumah. Tiba-tiba, bom meledak tak jauh dari tempat saya berdiri. Akhirnya, saya harus mengalami hal ini,” ungkap atlet berusia 33 tahun itu.

(BacaPenonton Teriakkan Ayo Kalian Bisa, Pasangan Ganda Bulutangkis Indonesia Kalahkan Thailand)

Setelah mengalami persitiwa itu, ia mengaku sempat frustrasi karena menganggap masa depannya suram. Namun beberapa teman dan keluarganya terus memotivasinya agar tidak cepat putus asa.

“Apalagi ketika itu saya sedang rajin-rajin mengumpulkan uang untuk menikah. Tapi, setelah kejadian itu saya tidak bisa bekerja lagi,” ceritanya.

Tuhan berkehendak lain, Ali pun mengambil hikmah dari kejadian yang dialaminya itu, setelah ada perwakilan dari National Paralympic Comitte (NPC) Irak menawarkannya untuk menjadi atlet anggar kursi roda. “Tepatnya di 2009 saya mulai dikenalkan dengan olahraga ini. Padahal semula saya tak pernah kenal dengan olahraga ini,” kata peraih emas nomor EP kategori B di Asian Para Games Guangzhou, China 2010 itu.

(BacaJendi Pangabean Sumbang Emas ke-24 bagi Indonesia)

Sejak saat itu, semangat hidup Ali mulai bangkit dan ia terus menekuni olahraga ini yang akhirnya merubah jalan hidupnya. “Berkat olahraga ini juga saya bisa berkeliling ke negara lainnya untuk mengikuti kejuaraan ini,” kata ayah dua orang putra itu.

Di ajang Asian Para Games 2018 Indonesia, Ali merupakan salah satu atlet tangguh yang patut diwaspadai oleh lawan-lawannya, terutama para atlet Tiongkok. “Atlet Tiongkok merupakan saingan terberat saya. Mereka sukar untuk dikalahkan,” ungkap atlet yang juga pernah meraih perak di Asian Para Games 2014 Incheon, Korea Selatan, di nomor Floret itu.

Kini, selain fokus berlatih, Ali juga seorang wiraswastawan dengan memiliki workshop pintu dan jendela sendiri di rumahnya. “Alhamdullilah, Allah memang berkehendak lain, ternyata masa depan saya tidak sesuram yang pernah saya bayangkan sebelumnya setelah peristiwa yang saya alami,” ujar Ali yang kini telah mengantongi medali perak di nomor EP dan perunggu di nomor Foil pada Asian Para Games 2018 Indonesia ini. (junius/ys)