Friday, 14 December 2018

PS Menyasar Remaja Bikin Moral Merosot

Kamis, 11 Oktober 2018 — 6:34 WIB
phone-sex

JAJARAN Polda Metro Jaya baru saja membongkar tawaran prostitusi yang dipasarkan via telepon, atau phone sex alias PS. Keberhasilan polisi patut diapresiasi.

Hampir semua pemegang telepon seluler pernah menerima sexting atau pesan mesra melaui gadget. Pengirimnya rata-rata dari perempuan yang menawarkan diri bisa diajak kencan.

Bagi lelaki hidung belang, tawaran itu bisa jadi ibarat ‘durian runtuh’ dan langsung disambar. PS juga ibarat perangkap. Karena pria yang semula tak pernah bersentuhan dengan pornografi, bisa jadi tergoda dan masuk perangkap. Sebagai lelaki dewasa, yang sudah mampu membedakan ‘negatif dan positif’, soal menolak atau menyambut tawaran itu tergantung diri masing-masing.

Tapi bagi anak-anak usia remaja, PS amat sangat berbahaya. Telepon genggam kini jadi kebutuhan hidup mulai dari usia anak hingga dewasa. Pengelola sexting, mengirimkan pesan porno secara acak ke nomor-nomor telepon yang mereka sendiri tidak kenal pemiliknya.

Nah, pesan tak senonoh itu bisa jadi menyasar ke nomor ponsel kalangan remaja, pelajar bahkan juga anak-anak. Dampaknya sudah bisa ditebak. Remaja teracuni pornografi dan pornoaksi. Mengenal seks sebelum usia. Maka, tak heran bila ada kelompok remaja yang punya grup WhatsApp porno, seperti yang ditemukan di Bekasi belum lama ini. Perilaku mereka bikin orangtua miris.

Maka jangan kaget bila banyak remaja kecanduan pornografi, bahkan juga jadi pelaku pornoaksi. Ini salah satu dampak dari PS yang merajalela, selain juga video-video porno yang masih bisa diakses lewat internet. Merujuk hasil penelitian terhadap 1.800 remaja usia 12 tahun -18 tahun di Los Angeles, Amerika Serikat, 15 persen di antaranya mengaku menggunakan ponsel untuk sexting. Ngeri!

Polisi jangan berhenti pada kasus PS yang dikendalikan pria Korsel yang baru saja dibongkar penyidik. Telusurilah kelompok lainnya, karena bukan cuma satu kelompok saja yang berbisnis haram seperti ini. Mereka merusak moral anak-anak muda.

-Adri