Tuesday, 16 October 2018

“Rasa Cabai Saat Ini Tak Sepedas Harganya”

Kamis, 11 Oktober 2018 — 22:19 WIB
Cabai Merah (dok)

Cabai Merah (dok)

JAKARTA РTingginya nilai tukar dolar terhadap rupiah yang terus mengalami kenaikan berimbas pula ke beberapa harga kebutuhan pokok. Hampir semua harga ikut merangsek, termasuk cabai yang naik Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram, dan bawang merah naik Rp1.000 per kilogram.

Yunus (41), pedagang di pasar Jatinegara mengatakan harga cabai keriting mulai ikut naik pada hari ini. Jika biasanya ia menjual seharga Rp33 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp35 ribu per kilogram.

“Pokoknya sejak dolar tinggi, semua jadi ikut naik, cuma untungnya masih banyak yang beli,” katanya, Kamis (11/10/2018).

Sementara untuk cabai merah besar, diakui Yunus mengalami kenaikan sebesar Rp1.000, yang saat ini ia jual Rp39 ribu per kilogram. Hal sama juga terjadi pada harga cabai rawit merah yang naik Rp1.000 sehingga ia harus menjualnya Rp35 ribu perkilogram.

“Kalau cabai rawit hijau saya jual Rp34.500 per kilogram atau naik Rp1.500 dari sebelumnya,” ujar Yunus.

Untuk harga bawang merah, Yunus menyebut juga ikut menjerit akibat naiknya harga dolar. Pasalnya saat ini ia menjual dengan harga Rp25 ribu per kilogram atau naik Rp1.000 dari sebelumnya.

“Kalau bawang putih naiknya dikit, cuma Rp500, makanya sekarang saya jual Rp27.500 per kilogram,” ungkapnya.

Atas tingginya harga cabai, ibu-ibu rumah tangga lantas mulai mengeluh. Pasalnya, cabai yang ada saat ini hanya harganya yang pedas namun rasanya sudah tak dapat dirasakan.

“Bagaimana mau makan pedas, belinya saja sudah pedas. Jadi kalau masak ya cabainya diirit-irit,” ungkap Suryani (41), warga.

Menurutnya, untuk belanja kebutuhan pokok yang Rp50 ribu sudah tak lagi berharga. Pasalnya, uang itu hanya cukup untuk membeli bumbu-bumbu saja dan belum bisa membeli lauk-pauknya.

“Sekarang kalau beli cabai, bawang, tomat, Rp20 ribu cuma dapat seadanya. Sayurannya, lauknya, belum lagi garam dan bumbu, ya kurang,” paparnya.

Atas kondisi yang terjadi saat ini, seharusnya pemerintah bisa mengembalikan harga kebutuhan pokok. Sebab, harga yang saat ini terus mengalami kenaikan membuat pusing para ibu rumah tangga.

“Mau minta tambahan uang belanja ya suami gajinya enggak naik. Kalau dolar naik, gaji suami naik baru aman,” cetusnya. (ifand/ys)