Saturday, 15 December 2018

Saham Asia Anjlok Setelah Kerugian Besar di Wall Street

Kamis, 11 Oktober 2018 — 17:55 WIB
_103808483_f84809be-75e6-490d-90d8-92b3627a075f

AMERIKA– Saham-saham Asia turun drastis karena munculnya kekhawatiran terkait dengan tingkat suku bunga Amerika Serikat yang lebih tinggi dan perang dagang AS melawan Cina. Kedua hal ini telah membuat para investor untuk melakukan aksi jual.

Pasar di Asia mengikuti kecenderungan saham di AS, yang mengalami penurunan paling tajam dalam beberapa bulan ini pada hari Rabu (10/10).

Di akhir sesi perdagangan di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 3,9% ditutup pada tingkat 22.590,86.

Shanghai Composite Cina kehilangan lebih dari 5%, sementara Hang Seng Hong Kong turun 3,5% pada akhir perdagangan.

Bank Sentral Amerika (The Fed) menaikkan tingkat suku bunga bulan September karena kuatnya pertumbuhan ekonomi dan mengisyaratkan akan meningkatkannya kembali sebelum akhir tahun.

Tingkat suku bunga yang lebih tinggi membuat peminjaman lebih mahal, memperlambat kegiatan ekonomi dan membuat investor tidak ingin mengambil risiko.

Perang dagang yang dipimpin AS melawan Cina juga membuat penanam modal mencemaskan pertumbuhan dunia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Cina sengaja memanipulasi mata uang untuk mendapatkan keuntungan dari sektor perdagangan, klaim yang selalu disanggah Beijing.

Di tempat lain, indeks Kospi Korea Selatan kehilangan 4,4% ditutup pada 2.129,67 dan S&P/ASX 200 Australia kehilangan 2,7% mengakhiri perdagangan pada kisaran 5.883,8.
Trump menyerang Fed yang ‘menggila’

Pergerakan saham AS lebih baik dari perkiraan di tahun ini. Pasar berbalik arah setelah terguncang pada permulaan tahun, sehingga mencatat rekor baru pada pertengahan tahun ini.

Tetapi Bank Sentral kemudian menaikkan tingkat suku bunga, dan kemungkinan kebijakan ini masih akan dilakukan lagi.

Bulan September lalu, Bank Sentral AS menyatakan kebijakannya sebagai “akomodatif” karena mewakili pandangan ekonomi yang cukup kuat, sehingga tidak lagi memerlukan stimulus seperti yang diterima setelah krisis keuangan.

Asia diuntungkan oleh tingkat suku bunga dunia yang lebih rendah pasca krisis. Para investor menanam dana di pasar yang menawarkan keuntungan lebih tinggi.

-,Saham Asia berpenampilan bagus

-,Saham Asia terseret anjloknya harga minyak

-,Bursa saham Asia dalam kewaspadaan tinggi

Kemungkinan penurunan stimulus AS semakin diperburuk perang dagang dua ekonomi terbesar dunia – padahal IMF telah memperingatkan keadaan ini dapat merusak pertumbuhan.

Presiden AS, Donald Trump terutama sangat mengecam peningkatan tingkat suku bunga. Pernyataannya ini telah mendobrak tradisi di mana presiden Amerika diharapkan untuk menghormati kemandirian bank sentral.

“The Fed melakukan kesalahan,” katanya kepada para wartawan hari Rabu. “Saya pikir The Fed sudah menjadi gila.”

Anjloknya pasar saham terjadi sebelum masa di mana perusahaan akan memperbarui data untuk para investor terkait dengan perkiraan mereka tentang keadaan pada sisa tahun berjalan.(BBC)