Monday, 15 October 2018

Soal Kampanye di Ponpes, Bawaslu Diminta Tak Pilih Kasih

Kamis, 11 Oktober 2018 — 13:35 WIB
Direktur Relawan TKN Maman Imanulhaq. (ikbal)

Direktur Relawan TKN Maman Imanulhaq. (ikbal)

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amien meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dapat bersikap tegas terkai larangan kampanye di pondok pesantren (ponpes) dan institusi pendidikan. Direktur Relawan TKN Maman Imanulhaq mendesak agar larangan tersebut tidak merugikan dan menguntungkan satu pihak pasangan calon.

“Bawaslu harus bersikap tegas jangan satu kelompok diiyakan, dan satu kelompok enggak dan sebagainya,” ujarnya di Posko Cemara, Jalan Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Maman juga meminta Bawaslu menjelaskan secara gamblang rambu-rambu tentang larangan berkampanye di ponpes atau sekolah-sekolah.

“Yang kampanye kan ada orasi ada yel-yel ada visi misi dan sebaginya. Tapi kan kita bersilahturahmi masa gak boelh, silahturahmi adu ide adu gagasan tidak diarahkan memilih ya no problem,” tandasnya.

Diketahui selama ini cawapres Ma’ruf Amien getol berjunjung ke pondok pesantren di berbagai daerah. Hal inilah yang diimbau kubu Prabowo – Sandi kepada tim kampanye Jokowi – Prabowo agar tidak berkampanye dalam kunjungan.

Maman pun menyinggung cawapres Sandiaga Uno yang kerap mengunjungi kampus-kampus dalam berbagai bentuk acara.

“Prinsipmya kita akan selalu mengikuti aturan. Persis juga sebenarnya tidak menjadi masalah kan ketika Sandi datang ke kampus untuk acara accara misalnya pelatihan bisnis dan sebagainya asal tidak cerita tiba-tiba pilih nomor dua, nggak usah lah, kayak gitu,” imbuh Maman. (ikbal/yp)