Friday, 14 December 2018

Tak Mau Pencitraan, Relawan Jokowi ke Palu Tanpa Identitas

Kamis, 11 Oktober 2018 — 14:13 WIB
Direktur Relawan TKN, Maman Imanulhaq (kedua dari kiri) bersama tim Crisis Center Relawan Jokowi. (ikbal)

Direktur Relawan TKN, Maman Imanulhaq (kedua dari kiri) bersama tim Crisis Center Relawan Jokowi. (ikbal)

JAKARTA – Relawan pasangan calon (paslon) Joko Widodo – Ma’ruf Amien akan menyalurkan bantuan ke daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng) Jumat (12/10/2018). Bantuan berasal dari Crisis Center yang didirikan relawan guna menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam.

irektur Relawan TKN, Maman Imanulhaq menegaskan bantuan dan relawan yang diterjunkan ke Palu, Donggala dan Sigi tidak membawa nama relawan ataupun nama paslon. “Saya harus garis bawahi bahwa kita tidak menggunakan id (identitas) relawan, tidak menjadikan bencana di Sulteng sebagai pencitraan tapi ini justru misi kemanusiaan,” ujarnya di Posko Cemara, Jalan Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Maman menjelaskan dalam menurunkan relawan, ia hanya menerjunkan orang-orang terlatih dalam penanganan bencana. Selain bantuan bahan makanan, relawan juga mengirimkan tenaga ahli untuk memulihkan trauma yang dialami warga Sulteng.

“Termasuk juga kami akan mulai mengirimkan teman-teman nanti yang akan memastikan apa kebutuhannya termasuk ahli trauma healing. Besok mereka akan berangkat. Kenapa besok, karena hari ini hari terakhir dicabutnya darurat bencana. Sehingga kita ingin betul-betul rehabilitasi di Palu dan Donggala dan sebagainya, bisa kami bantu,” imbuhnya.

Sementara itu, Manager Crisis Center Vera Tobing menerangkan pengiriman bantuan akan dilakukan melalui jalur udara dan laut pada Jumat (12/10/2018). Bantuan seberat 2 ton yang sebagian besar berisi kebutuhan anak dan ibu. Diperkirakan dalam 2 hari semua bantuan sampai di lokasi bencana.

“Kami membawa bantuannya sebagaian dari udsra dan sebagain dari laut. Jadi mungkin terbawa besok relawan yang turun nggak sampai 500 kg, sisanya akan sampai 2 hari kemudian dengan kapal laut. Kami bawa untuk anak anak dan ibu seperti kebutuhan bayi,susu dan bubur bayi,” paparnya.

Vera menambahkan selain kebutuhan-kebutuhan tersebut, pihaknya juga mengirimkan buku bacaan dan mainan untuk anak-anak. Hal ini dilakukan guna menghilangkan trauma yang dialami selama bencana berlangsung.

“Kemudian kami juga mmebawa boneka dan buku bacaan anak-anak. Kami berharap sumbangan yang kita bawa ini bisa terutama anak anak bisa menghilangkan trauma mereka dengan bacaan dan mainan anak,” kata Vera.

Lebih lanjut Vera mengatakan hingga saat ini Crisis Center telah mengumpulkan 4 ton bantuan yang akan didistribusikan secara bertahap. (ikbal/yp)