Thursday, 18 October 2018

Tidak Santap Menu Tahanan, Ratna Sarumpaet Ternyata Bukan Tak Doyan

Kamis, 11 Oktober 2018 — 15:27 WIB
Ratna Sarumpaet mengenakan baju tahanan Podla Metro Jaya. (yendhi)

Ratna Sarumpaet mengenakan baju tahanan Podla Metro Jaya. (yendhi)

JAKARTA – Sepekan meringkuk di penjara, Ratna Sarumpaet tidak pernah menyantap makanan yang disajikan polisi. Perempuan aktivis itu setiap hari mengkonsumsi makanan yang dibawakan keluarga.

Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengatakan, Ratna tidak menyantap menu makanan selayaknya tahanan lain bukan karena tidak doyan. Wanita 70 tahun itu, ternyata tengah menjalankan program diet sehingga hanya menyantap makanan tertentu seperti nasi merah, sayuran dan buah-buahan yang dibawakan keluarga.

“Kan beliau (Ratna Sarumpaet) kan diet. Jadi dibawakan nasi merah, sayuran kaya sawi. Buah apel sama yang lain-lain,” ujar Barnabas saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/10/2018).

Makanan, lanjut Barnabas, dibawa oleh anak-anak Ratna saat menjenguk meski tidak setiap hari. Kebanyakan, ada orang utusan keluarga yang disuruh mengantarkan makanan diet untuk Ratna.

“Ya (keluarga antar makanan) tidak setiap hari juga jenguk. Paling orang utusannya aja bawa makan,” beber Barnabas.

Meski tidak pernah dimakan, namun polisi tetap memberikan makanan kepada Ratna Sarumpaet sesuai menu yang sama dengan tahanan lain, setiap harinya. Hal itu lantaran sudah menjadi hak setiap tahanan mendapatkan makanan.

“Jadi tetap kami berikan, tapi beliau lebih suka makanan diet aja. Kan kita nasi putih, tapi bu Ratna maunya nasi merah,” tandas Barnabas.

Ratna ditangkap petugas imigrasi saat hendak terbang ke Chile dengan rute Jakarta-Istambul-Santiago-Saupaulo melalui Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (4/10/2018) malam. Polisi langsung menggiring Ratna ke Polda Metro Jaya berdasarkan surat penangkapan.

Penangkapan setelah Ratna dilakukan pencekalan usai ditetapkan tersangka karena diduga melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Undang-undang ITE pasal 28 juncto pasal 45, ancaman 10 tahun penjara. (yendhi/yp)