Friday, 14 December 2018

Tiga Orang Tewas Akibat Gempa Bumi M6,4 Guncang Jawa Timur dan Bali

Kamis, 11 Oktober 2018 — 8:45 WIB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho

JAKARTA – Tiga orang  meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo M6,4 mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB.

BMKG melaporkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan informasi Posko BNPB, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah rumah rusak. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam Kabupaten Semenep Jawa Timur.

Tiga orang meninggal dunia adalah: Nuril Kamiliya ( 7) Desa Prambanan, Kec. Gayam – Sumenep, H. Nadhar (55) Dsn. Jambusok, Desa Prambanan, Kec. Gayam – Sumenep dan Laki-laki (masih proses identifikasi) warga Desa Prambanan, Kec. Gayam – Sumenep.

Sutopo mengungkapkan, korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

“Kejadian gempa Kamis dini hari saat korban sedang tidur tiba-tiba gempa mengguncang dan rumah roboh sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri,” jelas Sutopo dalam akun Facebooknya, Kamis (11/10/2018)

(Baca : Gempa Situbondo Sebabkan Beberapa Rumah Rusak dan Korban Jiwa)

Selain itu beberapa rumah mengalami kerusakan. BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Sumenep masih melakukan pendataan.

Kerusakan rumah terdapat di:  desa Jambuir, Kec. Gayam Kepulauan Sapudi- Sumenep, di Kopedi Kec.Bluto – Sumenep, Rumah rusak di Kertasada Kec.Kalianget – Sumenep, Masjid Desa Gendang Timur Kec.Sepudi – Sumenep,  dan rumah rusak di Nyabakan timur Kec.Batang-Batang – Sumenep,

Gempa M6,4 yang kemudian telah dimutakhirkan menjadi M6,3 oleh BMKG terasa di seluruh wilayah Jawa Timur meliputi Kabupaten/Kota Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kab. Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Kab. Pasuruan Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang, Kab. Malang, Kab. Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kab. Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

“Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Sumenep dan Situbondo selama 2-5 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sedang di daerah lain gempa dirasakan sedang selama 2-5 detik,” jelasnya

Berdasarkan analisis peta gempa dirasakan, intensitas gempa dirasakan III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan.

Artinya gempa dirasakan ringan hingga sedang. Secara umum tidak banyak dampak kerusakan akibat gempa.

“Saat ini posko BNPB terus memantau perkembangan dampak gempa dan penanganannya,” pungkas Sutopo.(tri)