Saturday, 20 October 2018

UEFA Nations League

Belanda vs Jerman: Misi Menjawab Kritik di Masa Paceklik

Jumat, 12 Oktober 2018 — 19:22 WIB
Pelatih Timnas Jerman, Joachim Loew bersama beberapa pemain timnas Jerman di sela-sela latihan  menjelang pertandingan lanjutan UNL melawan Belanda. (reuters)

Pelatih Timnas Jerman, Joachim Loew bersama beberapa pemain timnas Jerman di sela-sela latihan menjelang pertandingan lanjutan UNL melawan Belanda. (reuters)

BELANDA – Belum adanya perubahan yang signifikan pasca tersingkir dari fase grup Piala Dunia 2018, menuai kritik dari sejumlah kalangan terhadap keberadaan Joachim Loew di bangku kepelatihan tim ‘Panser’ Jerman. Tidak heran jika laga melawan Belanda di UEFA Nations League (UNL), Minggu (14/12/2018) dini hari WIB, bakal dijadikan ajang untuk menjawab kritik pada masa pacelik.

Sejak menjuarai Piala Dunia 2014, Jerman belum bisa membuktikan taji mereka di berbagai kompetisi dalam beberapa tahun terakhir. Tampil sebagai tim favorit pada Piala Eropa 2016, Jerman terhenti di babak semifinal usai menyerah 0-2 dari Prancis.

Hasil paling mengecewakan bahkan dialami Panser pada Piala Dunia 2018 setelah tersingkir di fase grup akibat kalah 0-2 dari tim sekelas Korea Selatan di laga pamungkas. Ironisnya, Jerman tidak melakukan perubahan yang signifikan sehingga melahirkan sejumlah kritik dari sejumlah kalangan, termasuk oleh Michale Ballack.

Seperti disitat Bild, Ballack mengatakan tidak adanya perubahan secara signifikan dalam skuad Panser, membuatnya semakin yakin anak-anak asuh Loew akan kembali mengalami paceklik prestasi di berbagai kompetisi bergengsi.

Namun hal itu dibantah punggawa tim Panser, Toni Kroos. Ia menilai Ballack melontarkan kritik karena ingin menjadi pelatih timnas Jerman, menggantikan Loew. “Dia berpikir bahwa seharusnya ada perubahan. Mungkin dia ingin mengambil alih bangku pelatih di tim ini,” kata Kroos, seperti dikutip Goal.

Kroos sendiri tidak menampik jika Jerman sedang mengalami paceklik prestasi. Terakhir, Jerman bahkan gagal meraih kemenangan saat menjamu Prancis pada laga perdana babak penyisihan zona A Grup 1 UNL pada bulan september lalu. Namun Kroos yakin Jerman bisa kembali menemukan kejayaannya di bawah asuhan Loew.

“Saya yakin kami akan kembali berada di masa kejayaan bersama Loew. Dia telah menunjukkan adanya perkembangan di dalam tim selama beberapa tahun terakhir,” yakin Kroos.

Demi membuktikannya, Kroos dan kolega wajib mengalahkan Belanda di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Belanda, seraya menjawab kritik pada masa paceklik. Namun sebagai tuan rumah, Belanda sudah tentu ngotot ingin menang. Apalagi anak-anak asuh Ronald Koeman itu sebelumnya takluk 1-2 dari Prancis yang membuat mereka harus menjadi juru kunci zona A Grup 1, tanpa angka. Mereka tertinggal empat angka dari Prancis yang sudah melakoni dua laga, disusul Jerman dengan satu angka dari satu laga. Terakhir kali Belanda menang atas Jerman adalah dengan skor 3-1 dalam laga ujicoba bulan November 2002 lalu.

Pada laga lainnya, Slowakia vs Republik Ceko di zona B Grup 1. Republik Irandia vs Denmark di zona B Grup 4. Norwegia vs Slovenia dan Bulgaria vs Siprus di zona C Grup 3. Georgia vs Andorra dan Latvia vs Kazakhstan di zona D Grup 1. Armenia vs Gibraltar dan Makedonia vs Liechtenstein di zona D Grup 4.

Pada laga sebelumnya, Jumat (12/10/2018) dinihari WIB, Portugal kalahkan Polandia 3-2 di zona A Grup 3. Rusia ditahan Swedia tanpa gol di zona B Grup 2. Israel kalahkan Islandia 2-1 di zona C Grup 1. Lithuania menyerah 1-2 dari Rumania dan Montenegro takluk  0-2 dari Serbia di zona C Grup 4. Sedangkan di zona D Grup 3, Kepulauan Faroe kalah 0-3 dari Azerbaijan dan Kosovo gilas Malta 3-1. (junius/ys)

REKOR PERTEMUAN:
15/11/12, Belanda v Jerman 0-0
14/06/12, Belanda v Jerman 1-2
16/11/11, Jerman v Belanda 3-0
18/08/05, Belanda v Jerman 2-2
PRAKIRAAN PEMAIN:
Belanda (4-3-3): Cillessen; Blind, van Dijk, de Vrij, Hateboer; Strootman, Wijnaldum, Propper; Babel, Depay, Promes.
Pelatih:Ronald Koeman.
Jerman (4-2-3-1): Neuer; Hector, Hummels, Boateng, Kimmich; Kroos, Goretzka; Sane, Draxler, Muller; Werner.
Pelatih: Joachim Loew.