Thursday, 18 October 2018

Jokowi Pidato di Sidang IMF, Misbakhun: Tinggi Filosofinya, Dalam Maknanya

Jumat, 12 Oktober 2018 — 13:37 WIB
Presiden Jokowi di sidang tahunan IMF dan World Bank di Nusa Dua Bali.(reuters)

Presiden Jokowi di sidang tahunan IMF dan World Bank di Nusa Dua Bali.(reuters)

JAKARTA – Isi Presiden Jokowi di sidang tahunan IMF dan World Bank di Nusa Dua Bali yang mengutip jalan cerita dan simbolisme tokoh dalam film seri ‘Game Of Thrones’ isinya dinilai sarat makna.

Film mini seri ‘Game Of Thrones’ isi ceritanya adalah peperangan imajinatif yang didasarkan konflik kepentingan antarkekuatan besar yang saling mempertahankan arogansi kelompoknya sendiri. ‘Game Of Thrones’ kerap disebut sebagai perang Mahabarata versi barat.

“Presiden Jokowi sebagai orang Jawa, punya filosofi hidup yang tinggi. Sungguh sebuah kedalaman pemahaman sebagai tuan rumah sebuah hajatan besar sekelas IMF-World Bank Annual Meeting, menyampaikan pesan simbolisme membuat isi kepala para delegasi peserta IMF-WB Annual Meeting di Bali terkesima. Terkejut dengan cara Bapak Presiden mengambil simbolisme ‘Game Of Thrones’ atas konflik antara kepentingan dalam perang dagang yang sedang terjadi antara USA dan China,” kata anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Jumat (12/10/2018).

Mukhamad Misbakhun mengatakan ketidakseimbangan antara negara maju dengan negara berkembang, konflik kepentingan ideologi liberalisme di Barat dan pemerataan di Timur, pertentangan peradaban masyarakat modern di barat dan masyarakat tradisional di timur, pertentangan kebaikan dan keburukan dan yang utama semua kubu kebaikan harus bersatu untuk mengalahkan keburukan demi menyelamatkan peradaban dunia.

“Pemilihan Bapak Presiden Jokowi menggunakan simbolisme film mini seri ‘Game Of Thrones’ adalah pilihan yang sangat tepat, hampir seluruh peserta mengerti soal film mini seri tersebut. Pidato berbahasa Indonesia tapi dengan slide di layar berbahaya Inggris membuat para hadirin terkesima karena pesan-pesan yang disampaikan dalam pidato tersebut.

“Perlunya negara besar pemain utama dunia untuk bersikap lebih adil lagi. Perlunya adanya kebersamaan untuk menghadapi ketidak adilan yang sudah berlangsung saat ini untuk segera diakhiri. Karena kalau tidak, maka kerusakan akibat yang ditimbulkan oleh ketidakadilan akan menimpa semuanya. Salah satunya adalah akibat dari perang dagang antara USA dengan China saat ini,” katanya.

Ia menceritakan soal tepuk tangan yang diberikan hadirin kepada isi pidato Jokowi yang dianggap mengena. Sampai pada akhir pidato, ditutup dengan tepuk tangan yang panjang dan ‘standing ovation’ seluruh peserta untuk Jokowi.

“Saya menjadi saksi mata pidato Presiden Jokowi. Posisi duduk saya hanya terpisah empat baris kursi dari posisi pidato Presiden. Saya menangkap atmosfer di ruang pertemuan. Suasana emosi dan kebatinannya saya rasakan. Bagi saya, isi presiden Jokowi menunjukkan ‘standing position’ Indonesia sebagai negara yang berdaulat di depan organisasi sekelas IMF dan World Bank,” bebernya.

Misbakhun menegaskan, Presiden Jokowi ingin menyampaikan pesan bahwa Indonesia punya sikap yang jelas dalam mengatur kedaulatan ekonominya.

“Pesan itu disampaikan dengan sangat halus tapi penuh makna lewat simbolisme ‘Game Of Thrones’ tidak ada keinginan menggurui sehingga isi pesan bisa sampai kepada para seluruh yang hadir. Ini adalah salah satu pidato terbaik Bapak Presiden Jokowi yang pernah saya lihat dan dengarkan,” katanya. (rizal/yp)