Sunday, 16 December 2018

KPK: Eddy Sindoro Sempat Pulang Tapi Balik Lagi ke Bangkok, dan Pindah-pindah Negara

Jumat, 12 Oktober 2018 — 17:24 WIB
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menggelar konferensi penyerahan diri Eddy Sindoro.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menggelar konferensi penyerahan diri Eddy Sindoro.

JAKARTA – Eddy Sindoro, mantan petinggi Lippo Group, telah menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Sungapura, Jumat (12/10/2018). Sindoro merupakan tersangka kasus dugaan suap pemulusan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, pada 2016.

Dalam konferensi pers, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menjelaskan, selama dua tahun pelariannya, Eddy sempat berpindah dari satu negara ke negara lain. Eddy dua tahun menjadi buronon KPK.

“Sejak akhir 2016 hingga 2018, ESI diduga berpindah-pindah negara, di antaranya Thailand (Bangkok), Malaysia, Singapura, dan Myanmar,” kata di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat.

Menurut dia,  pada Agustus 2018, Sindoro sempat dideportasi ke Indonesia pasca ditetapkan sebagai Daftar Pencarian orang (DPO). Lanas,  29 Agustus 2018, dia sempat tiba di Bandara Soekarno Hatta, namun balik lagi ke Bangkok.

“Saat itu, setelah sampai di Bandara Soekarno-Hatta, ESI kembali terbang ke Bangkok, Thailand,  diduga tanpa melalui proses imigrasi,” ungkap Saut.

Menurutnya, proses penerbangan Eddy ke Bangkok diduga dibantu oleh pengacaranya bernama Lucas. Kini Lucas sudah dijerat penyidik KPK sebagai tersangka merintangi proses hukum.

Eddy Sindoro sendiri melarikan diri dua tahun lalu. Ia terlibat kasus penyuapan terhadap panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution, terkait perkara perusahaan-perusahaan di bawah LIPPO Group. Kasusnya bergulir sejak 2016, Deember ia ditetapkan jadi tersangka.

Eddy Sindoro diduga terkait penyuiuapan untuk pengurusan sejumlah perkara.  Nmaun, hingga kini ia belum sempat diperiksa, dalam beberapa pemanggilan ia mangkir. (*/win)