Thursday, 18 October 2018

Makin Banyak Pengendara Motor Melawan Arah di Bekasi

Jumat, 12 Oktober 2018 — 18:30 WIB
Pemotor nekat melawan arus di persimpangan Jalan Caman. (chotim)

Pemotor nekat melawan arus di persimpangan Jalan Caman. (chotim)

BEKASI – Pemotor masih sering melawan arus di kawasan Persimpangan Caman. Hal ini terjadi setelah ada pengubahan arus lalu-lintas terkait pekerjaan proyek Tol Bekasi- Cawang- Kampung Melayu (Becakayu).

“Semakin banyak pemotor yang melawan arus. Kita sudah pasang banyak rambu,” kata Johan Budi Gunawan, Kepala Bidang Teknik Lalu-lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

Disebutkan, pengubahan arus lalu-lintas sudah diterapkan sejak Sabtu pekan lalu. Hal ini dilakuan karena ada pekerjaan pembuatan pier (tiang) yang dilakukan proyek.

Pengubahan arus ini masih banyak belum diketahui warga. Seperti saat kemarin pemotor yang melawan arus menyebut tidak tahu dan hanya ikut-ikutan yang di depan.

“Dari Jakarta saya harus memutar lewat Galaksi. Kalau tidak lewat Cibening. Padahal arahnya ke Jatibening,” kata Budi, satu pemotor.

Penutupan putaran di persimpangan Caman ini memang menjadikan perubahan arus yang relatif panjang. Arah ke Jatibening diharuskan memutar lewat Galaksi atau juga Jalan Cibening.

Akibat penutupan ini sejumlah ruas di sekitar Caman menjadi padat. Terlebih saat jam kerja, atau sore harus.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi mulai Sabtu (6/10) menutup Jembatan 6 (Galaksi), Kota Bekasi. Perubahan arus terjadi di persimpangan Caman, karena pengguna jalan dari arah Jakarta harus memutar jauh di pertigaan Galaksi.

“Penutupan terkait dengan pekerjaan pembangunan tiang Becakayu,” kata Johan.

Pengubahan arus lalu-lintas ini dijadualkan selama 3 bulan. Selama ini akan dilakukan pengerjaan pembangunan 4 tiang yang akan menyita sebagian jalan.

Kepala Lapangan Proyek Becakayu, Jarwo, mengatakan jika pembangunan pier (tiang) ini dijadualkan selesai dalam 3 bulan. “Target kita pada Juni 2019 akan selesai sampai ke Ahmad Yani,” katanya.

Pengamatan di lapangan, penambahan rambu dan marka pembatas sudah dilakukan di kawasan persimpangan Caman. Meski demikian pemotor  masih  nekat melawan arus terutama yang datang  dari arah Jakarta ke arah Jalan Caman. (chotim/b)