Thursday, 18 October 2018

Orang Ketiga Penyebab Cerai Ternyata Mertua Sendiri

Jumat, 12 Oktober 2018 — 7:20 WIB
mertua

LIDAH Bu Pringgo, 60, dari Surabaya ini rupanya kalah panjang dari daun lidah mertua. Gara-gara suka ngomel , mantunya yang bernama Farida, 28, memilih bercerai dari Santoji, 30. Habisnya Bu Pringgo ini nyinyirnya setengah mati. Nunggu mertua mati, juga kelamaan.

Berumah dekat mertua, bisa menjadi tak nyaman bila mertua suka intervensi rumahtangga. Banyak mertua perempuan selalu memusuhi mantunya, karena dituduh akan merebut kasih sayang anak pada orangtuanya. Alasan itu masih mending, tapi banyak pula mertua perempuan yang selalu mengkritisi mantu wanita. Begini salah, begitu salah. Akhirnya, mereka jadi seperti anjing ketemu kucing. Hug, hug,…… ngeyooooong!

Sebetulnya Farida pegawai sekretaris perusahaan itu mujur dapat suami Santoji. Dia cinta mati 100 persen, sehingga bahagia sekali jadi istrinya. Tapi sayang, Bu Pringgo sebagai mertua satu paket, justru bencinya pada Farida juga 100 persen. Tak pernah ada diskon meski menjelang Lebaran. Celakanya, mereka tinggal berdekatan, sehingga Farida harus selalu melihat ulah Bu Pringgo yang selalu nyinyir bak aktivis Ratna Sarumpaet pada pemerintah.

Masak ikan misalnya, jika tak dikirimi pasti ngomel. Tapi giliran dikirimi masih ngomel juga karena masakan Farida tidak enak. “Ayu-ayu kok gak bisa masak,” begitu kritik mertua. Begitu juga jika Santoji-Farida keluar kota, pulangnya harus bawa oleh-oleh. Jika tidak, ceritanya ke tetangga dengan macam-macam versi.

Farida pernah minta pada suami, agar menasihati ibunya. Tapi kapok, sebab sekali menasihati malah Santoji diomeli habis-habisan. Anak jadi berani sama orangtua gara-gara pengaruh istrinya. “Kamu pasti kena dukun, jadi mbelai istri terus dan lupa orangrtua,” kata Bu Pringgo.

Paling menyakitkan, ketika Bu Pringgo pesta ulangtaun, hanya Santoji-Farida yang tak diundang dengan alasan tidak kirim kado. Tapi begitu dikirimi kado susulan, wih…..nyanjung-nyanjung Farida sebagai mantu paling cantik tak henti-henti. Gombal, maki Farida dalam hati.

Begitu juga ketika Bu Pringgo mau punya hajat, Santoji harus ikut jadi sponsor. Tapi giliran keperluan besan, Bu Pringgo tak mau tahu. Maka Santoji membantunya secara diam-diam. Bila sampai ibunya melihat ulahnya ini, pasti ngamuk-ngamuk, salah-salah dilaporkan ke KPK karena penggelapan anggaran rumahtangga.

Lama-lama tak betah juga Farida jadi mantunya Bu Pringgo, maunya cerai saja. Sahabat dekatnya menyarankan jangan, sabar saja. Maksudnya sabar menunggu sampai Bu Pringgo meninggal, kan merdeka seratus persen jadinya. “Tapi kapan, wong nyatanya masih sehat dan rosa-rosa macam Mbah Marijan gitu.” Kata Farida dongkol.

Tak tahan diomeli dan dikritisi Mak Lampir, Farida dengan berat hati memilih bercerai saja, mumpung belum ada momongan ini. Sebetulnya Santoji juga keberatan, tapi diminta bikin rumah yang jauh dari ibunya juga tak mau. Ya sudah, selamat tinggal sampai jumpa di sidang Pengadilan Agama.

Kalau daun biar pendek tinggal dipotong. Kalau daun lidah mertua? (KD/Gunarso TS)