Thursday, 18 October 2018

Sampah Sepanjang 1,9 Km dari Kali Ciliwung Diangkut

Jumat, 12 Oktober 2018 — 6:10 WIB
Aksi bersih-bersih yang dilakukan petugas di Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur. (Ifand)

Aksi bersih-bersih yang dilakukan petugas di Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur. (Ifand)

JAKARTA – Antisipasi datangnya musim hujan, petugas gabungan melakukan aksi grebek sampah di Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur. Usai dibersihkan, selanjutnya petugas akan melakukan pengerukan lumpur untuk menambah kedalaman.

Sebanyak 250 petugas yang terdiri dari unsur PPSU, UPK Badan Air, dan “Pasukan Biru” Sudin Sumber Daya Air Jakarta Timur langsung terjun ke Ciliwung. Mereka membersihkan sampah di kali maupun tebing dan jalan inspeksi. “Ini untuk mengantisipasi genangan atau banjir saat musim hujan nanti,” kata Camat Jatinegara, Nasrudin Abu Bakar, Kamis (11/10).

Menurutnya, selain membersihkan sampah, aksi yang digelar itu juga sebagai ajang sosialisasi dan edukasi bagi warga bantaran Ciliwung. Sehingga nantinya warga turut menjaga kebersihan kali serta tidak membuang sampah ke kali. “Karena dengan kepedulian warga ini juga untuk memjaga keindahan dan kenyamanan kota,” ujar Nasrudin.

Camat mengatakan, aksi grebek sampah akan dilakukan selama dua hari hingga Jumat (12/10). Pembersihan dilakukan di sepanjang sekitar 1,9 kilometer, dimulai dari jembatan Jalan KH Abdullah Syafii hingga jembatan Tong Tek, perbatasan Bukit Duri. Diharapkan, dari aksi ini Ciliwung akan semakin bersih. “Hari Jumat baru akan dilakukan pengerukan lumpur dan sedimentasinya oleh Dinas SDA DKI,” ungkapnya.

Sementara, Ketua RT 12/01 Kampung Melayu, Herman mengaku, sangat mendukung aksi bersih-bersih tersebut. Pasalnya, ditempat tinggalnya pada Februari lalu masih sempat tergenang akibat luapan dari Ciliwung. “Airnya masuk lewat dinding parapet maupun celah-celah parapet dan lima pintu air yang ada,” ujarnya.

Dengan aksi bersih dan pengerukan lumpur yang akan dilakukan, kata Herman, diharapkan genangan akan hilang. Pihaknya juga akan terus mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Cuma masih ada juga warga yang bandel, kayaknya harus diberi sangsi biar jera,” ungkapnya. (Ifand/b)