Monday, 17 December 2018

Soal Doktrin Anti-Jokowi, Bawaslu Akan Panggil Guru, Kepsek dan Pelapor

Jumat, 12 Oktober 2018 — 17:11 WIB
sman-87

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta akan memanggil guru SMAN 87 Jakarta yang diduga mendoktrin anti-Jokowi kepada siswanya.

Komisioner Bawaslu DKI, Paudi mengatakan selain guru berinisial N tersebut, Bawaslu juga akan memanggil Kepala SMAN 87 Jakarta Senin (15/10/2018) mendatang.

“Karena kita sudah investigasi penelusuran untuk itu apakah memastikan adanya pelanggaran pemilu atau tidak untuk itu sudah kita investigasi dan hari Senin besok kita memanggil kepala sekolahnya kemudian ibu guru yang bersangkutan yang mengajar di SMA 87,” ujarnya usai rapat koordinasi Polda Metro Jaya di Mapolda, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Puadi menambahkan selain dari pihak sekolah, Bawaslu DKI juga memanggil pelapor. Dia mengungkapkan sudah mengantongi identitas pelapor.

“Pelapor ini pada saat melaporkan tidak diketahui identitasnya oleh kepala sekolah tersebut kemudian sudah kami telusuri bekerjasama dengan kepolisian, Gakumdu Polda dan sudah kita dapatkan alamatnya dan nanti hari senin kita klarifikasi,” imbuhnya.

Paudi menjelaskan jika ditemukan tindak pelanggaran pemilu yang dalam kasus tersebut, penanganan hukumnya dilakukan dalam waktu 1 x 24 jam di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Namun jika tidak ditemukan indikasi pelanggaran pemilu dan pelapor tidak memiliki alat bukti yang cukup, maka Bawaslu tidak akan memproses lebih lanjut kasus tersebut.

“Kalau memang ada dugaan maka proses, langsung unsurnya terpenuhi bisa langsung penyidikan 14 hari. Namun jika tidak ada dugaan pelanggaran pemilu, bisa kita rekomendasikan kepada pelanggaran kepada UU lainnya,” terangnya.

“Dan bila memang tidak ada pelanggaran sama sekali, fakta di SMA 87, si pelapor tidak bisa membuktikan konten atau adanya perlakuan guru-guru yang tidak sesuai, tidak sesuai faktanya, maka kita sampaikan tidak ada dugaan pelanggaran,” tuntas Paudi.

Sebelumnya N, guru agama di SMAN 87 Jakarta dilaporkan mendoktrin anti-Jokowi kepada siswanya. Dalam laporan itu, N melakukan doktrin dengan memperlihatkan korban jiwa akibat Gempa di Palu, Sulawesi Tengah tanggungjawab Joko Widodo. (ikbal/b)