Sunday, 18 August 2019

Ganjil-Genap Diperpanjang Hingga 31 Desember, Berlaku pada Hari Kerja, Pagi dan Sore

Sabtu, 13 Oktober 2018 — 15:16 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Kebijakan pembatasan pelat nomor ganjil-genap di sejumlah ruas jalan di Jakarta resmi diperpanjang hingga 31 Desember 2018. Perpanjangan kebijakan ini bertujuan mengurangi kepadatan arus lalu lintas di ibukota.

“Betul, Pak Gubernur memutuskan kebijakan bahwa mulai tanggal 15 Oktober kebijakan pelat nomor ganjil-genap diperpanjang sampai 31 Desember 2018,” kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono saat dihubungi, Sabtu (13/10/2018).

(BacaPenjualan Mobil Seken Tetap Bergairah)

Secara ruas jalan, Bambang menerangkan, kebijakan tersebut sama dengan yang berlaku saat ini. Kebijakan ganjil-genap masih akan diberlakukan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, sebagian Jalan S Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan simpang Jalan KS Tubun), Jalan Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, Jalan MT Haryono, Jalan Jenderal DI Panjaitan, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Namun, secara waktu, pemberlakukan kebijakan ganjil-genap mengalami perubahan. Bambang memaparkan, ada dua perubahan yakni pada jam dan hari penerapan.

“Pemberlakuannya kali ini hanya pada hari kerja, Sabtu dan Minggu serta libur nasional tidak berlaku. Kemudian diberlakukan hanya pagi dan sore dari jam 06.00-10.00 dan 16.00-20.00,” ujar Bambang.

Bambang menjelaskan kelonggaran pemberlakuan kebijakan ganjil-genap itu sudah berdasarkan aspirasi masyarakat. Sementara, pertimbangan diperpanjangnya pemberlakuan kebijakan tersebut atas hasil evaluasi sepanjang pelaksanaan Asian Games hingga Asian Para Games 2018.

(BacaGanjil Genap Harus Diperketat Saat Asian Para Games 2018)

Lebih lanjut Bambang menuturkan, pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat karena telah mematuhi kebijakan ganjil-genap. “Dan kenapa diperpanjang hanya sampai 31 Desember? Karena kami pun akan mengevaluasi kembali kebijakan ini mengingat masih ada masyarakat yang terkena dampaknya, jadi kita tunggu hasil evaluasi sampai dengan bulan Desember ya,” tuntas Bambang. (ys)