Monday, 10 December 2018

Jak Lingko? Apaan sih?

Sabtu, 13 Oktober 2018 — 5:01 WIB
dulkaaaa

Oleh S Saiful Rahim

“HEI, kalian pernah dengar “Jak Lingko,” nggak?” tanya orang berkopiah sambil masuk ke warung kopi Mas Wargo. Sebelumnya dia sudah mengucapkan kata assalamu alaykum dengan fasih.

“Pernahlah! Kan baru saja kau sebut. Kalau aku tidak dengar, itu namanya aku tuli,” jawab orang yang duduk di dekat pintu seraya bergeser, memberi orang yang baru masuk itu tempat duduk.

Suara tawa yang tidak terlalu bergemuruh pun terdengar dari segala arah.

“Maksudku kalian sudah tahu atau belum “Jak Lingko” itu binatang apa?” tanya orang yang baru masuk itu lagi dengan jengkel.

“Nah! Kalau “Jak Lingko” itu nama binatang, demi Allah aku belum tahu,” jawab orang yang duduk tepat di kiri Dul Karung yang sedang mengunyah singkong goreng yang masih kebul-kebul.

Suara tawa yang tidak terlalu bergemuruh pun terdengar lagi.

“Setahu aku “Jak Lingko” itu adalah nama baru kelompok atau sistem angkutan kota di Jakarta kini,” kata entah siapa dan duduk di sebelah mana.

“Jadi “Jak Lingko” itu sebutan atau nama baru pengganti “One Karcis One Trip” atau “OK Otrip?”

Alhamdulillah. Sejak Wan Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI, aku memang terheran-heran. Mengapa sih beliau senang benar pake bahasa Inggris walau cuma setengah harga seperti “One Karcis One Trip” itu kan “bahasa gado-gado”. Yang lainnya “Bus Rapid Transit” (BRT), “Light Rail Transit” ( LRT ), “Mass Rapid Transit” ( MRT ). Bahasa yang pabriknya ada di mulut orang bule,” kata orang yang duduk di ujung kanan bangku panjang.

“Tunggu tunggu! Nama Gubernur DKI sekarang Anies Baswedan. Gak pake one atau wan!” Potong orang yang duduk di ujung kiri bangku panjang.

“Benar! Gubernur kita sekarang namanya Anies Baswedan. Atau Anies Baswedan dan apa lagi, aku lupa. Tidak ada kata “Wan” apalagi “One.” Cuma orang Betawi bila menyebut nama orang keturunan Arab, apalagi yang dihormati, selalu ditambah dengan “Wan.” Konon “Wan” itu kependekan dari “Tuan.” Jadi kalau itu orang bernama Ali, lazim disebut Wan Ali,” kata orang yang duduk tepat di depan Mas Wargo yang manggut-manggut.

“Sedang nama “Jak Lingko,” menurut Gubernur diambil dari kosa kata yang sudah direvisi oleh Badan Bahasa dan ada di dalam KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Lingko adalah sistem terintegrasi seperti yang dulu dikenal dan digunakan untuk membangun distribusi air di Nusa Tenggara Timur,” sambut orang yang tadi telah membuat Mas Wargo manggut-manggut.

“Untung dijelaskan. Kalau tidak, aku bisa saja mengira “Jak Lingko” itu Jakarta Kaya dan Koruptor,” kata Dul Karung sambil meninggalkan warung tanpa membayar dulu apa yang dimakan dan diminumnya. (Syahsr@gmail.kom)