Thursday, 13 December 2018

Prabowo Dikritik Malas Kampanye, Ini Jawab Fadli Zon

Sabtu, 13 Oktober 2018 — 0:03 WIB
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto .

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto .

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menjawab pernyataan koleganya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut calon presiden Prabowo Subianto malas berkampanye. Fadli mengakui Prabowo belum banyak menyapa konstituen secara langsung pada bulan pertama masa kampanye.

Fadli Zon mengatakan hal itu sudah direncanakan tim kampanye Prabowo – Sandiaga Uno dan menjadi pola kampanye pasangan calon nomor urut 02 itu.

“Kan memang dalam rencana kita Pak Sandi duluan (turun ke lapangan),” ujarnya di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Wakil Ketua DPR RI itu menjelaskan saat ini Prabowo lebih banyak menghabiskan waktu bertemu dengan tokoh dan menghadiri berbagai forum. Ketua Umum Gerindra itu tetap dijadwalkan turun menyapa konstituen sesuai jadwal yang direncanakan.

“Pak Prabowo banyak bertemu dengan tokoh-tokoh, forum-forum. Nanti ada waktunya. Tapi Pak Prabowo tiap hari menerima tamu banyak sekali. Udah mulai besok ke Solo. Cuma gak terus menerus. Ada pertemuan dengan masyarakat, ada yang datang ke tokoh-tokoh dan sebagainya,” jelasnya.

Lebih lanjut Fadli membantah jika Prabowo tidak memanfaatkan waktu berkampanye. Hanya saja, imbuhnya terdapat agenda kampanye yang tidak dipublikasikan.

“Jadi gak pernah berhenti, ada yang dipublikasikan ada yang tidak perlu. Itu aja intinya,” pungkasnya.

Sebelumnya Andi Arief mengkritik Prabowo tidak serius untuk turun ke berbagai tempat berkampanye seperti Cawapres Sandiaga Uno melalui akun Twitternya.

“Pilpres itu memilih Presiden, jadi kalau Pak Prabowo tidak mau keliling Indonesia aktif, enggak ada rumus ajaib untuk menang. Kalau Pak Prabowo agak males-malesan, kan gak mungkin partai pendukungnya super aktif,” tulisnya Jumat (12/10/2018).

“Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden,” cuitnya lagi. (ikbal/b)