Tuesday, 20 November 2018

300 Ribu Warga Jakarta Masih Melarat

Rabu, 17 Oktober 2018 — 1:20 WIB
Kampung kumuh hanya dipoles dengan warna warni (toga)

Kampung kumuh hanya dipoles dengan warna warni (toga)

JAKARTA – Sekitar 300 ribu warga ibukota masih melarat. Berbagai upaya dan program disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk mengentaskan kemiskinan itu.

Sekretaris Daerah Propinsi (Sekdaprop) DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan, pengentasan kemiskinan menjadi fokus kerja Gubernur Anies Baswedan. Ditargetkan penurunan angka kemiskinan yang saat ini 3,78 persen dari total jumlah penduduk Jakarta menjadi 2,78 persen pada tahun 2022 mendatang.

Menekan angka itu, Saefullah mengemukakan pihaknya telah merancang Kegiatan Strategis Daerah (KSD). Antara lain pemberian KJP Plus, KJS Plus, KLJ (Kartu Lansia Jakarta), pelatihan keterampilan, pelatihan kewirausahaan, penyediaan hunian yang layak, subsidi pangan, dan subsidi transportasi.

“Dengan program ini warga tidak mampu benar benar terangkat. Yang jelas kami akan menurunkan angka kemiskinan dengan program,” papar Saefullah, Selasa (16/10/2018).

Dalam rentang lima tahun ini, sambung Saefullah, Pemprov DKI Jakarta memasang target akan menurunkan angka kemiskinan satu persen. “Kami berharap tidak ada lagi orang yang hidup di bawah 1,25 dolar/hari atau Rp18.000/hari pada tahun 2030,” ucapnya.

STANDAR NASIONAL

Sementara itu, berdasarkan standar nasional, pendapatan disebut miskin bila di bawah Rp11 ribu/hari. .

Saefullah yakin, target tersebut akan tercapai karena Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan berbagai upaya, termasuk memastikan ketepatan program yang bersifat mengurangi beban masyarakat miskin dan rentan.

“Kami juga berupaya meningkatkan pendapatan melalui penyediaan akses terhadap lapangan pekerjaan yang produktif,” tutup Saefullah. (john/b)