Wednesday, 18 September 2019

Bandar Ganja Ini Dikendalikan Penghuni Lapas

Rabu, 17 Oktober 2018 — 20:32 WIB
Kapolresta Depok Kombes Didik didampingi Kasat Narkoba Kompol Indra Tarigan (kanan kemeja pink) dan Kanit narkoba menyita barang bukti narkoba dan sabu dari penangkapan keempat pelaku. (Angga)

Kapolresta Depok Kombes Didik didampingi Kasat Narkoba Kompol Indra Tarigan (kanan kemeja pink) dan Kanit narkoba menyita barang bukti narkoba dan sabu dari penangkapan keempat pelaku. (Angga)

DEPOK – Bandar narkoba yang ditangkap anggota Satresnarkoba Polresta Depok di Kampung Pisang, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/10//2018) petang, mengaku memperoleh ganja dari tahanan di lapas di daerah Bogor.

Untuk melancarkan peredaran narkoba jenis ganja, tersangka HRS alias Padang, 33, bandar besar ini merekrut YH,20, FS, 29, dan DJ,36, untuk dijadikan sebagai kurir.

“Anggota menggrebek pelaku di tempat persembunyiannya dirumah kontrakan dijadikan sebagai gudang penyimpanan ganja. Anggota melakukan penyamaran untuk melakukan transaksi ,”ujar Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Indra Tarigan didampingi Wakil Kasat Narkoba Polresta Depok AKP Darminto di ruang kerjanya, Rabu (17/10/2018) siang.

Mantan Kapolsek Senen ini mengatakan berdasarkan dari pengakuan HRS setelah bebas dari penjara, pelaku ditawarkan sesama satu teman kamar warga binaan koordinasi untuk mendapatkan barang.

“Untuk perolehan ganja yang pasti masig diselidiki anggota. Pelaku merupakan residivis setahun pernah masuk di Lapas Paledang kasus ganja. Setelah tiga bulan menghirup udara bebas mencoba menghubungi orang yang didapatkan kenalan dari teman satu kamar selnya dulu lalu dikasih ganja untuk dijual,”katanya.

Kompol Indra mengungkapkan pelaku sudah tiga kali menerima ganja dari orang yang dikenal dari kamar sel diduga jaringan Aceh untuk diedarkan.

“Keuntungan perpaket ganja ukuran 1 Kg Rp. 1 juta digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dari barang bukti yang disita 69 Kg rencana akan disebar melalu para kurir yang direkrutnya di edarkan daerah Cibinong dan Depok,”ungkapnya.

Selain itu pelaku HRS ini mengambil barang dari kenalan orang melalui telepon ini di daerah Sentul. “Sebelum keburu diedarkan pelaku sudah keburu kita ringkus dan barang bukti masih utuh baru diambil pelaku dari Sentul,”tambahnya.

Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto menambahkan keempat pelaku ini merupakan satu jaringan asal Aceh. “Pelaku HRS untuk pengiriman pertama 50 Kg, kedua 45 Kg, dan terakhit total ada 165 Kg. Sisanya yang berhasil diamankan hanya 69 Kg karena sudah diedarkan ke konsumen dan bandar lain,”tambahnya.

Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya ini mengungkapkan rata-rata pelaku sudah enam bulan mengedarkan narkoba dengan sasaran dari segala umur ada anak sekolah, mahasiswa.

“Selain barang bukti ganja yang disita seberat 69 Kg, juga diamankan 59,9 gram sabu sudah dikemas dalam klip plastik bening siap edar. Barang bukti didapatkan saat penggrebekan lokasi penangkapan,”bebernya. “Keempat pelaku dikenakan UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika dikenakan Pasal 114 ayat2 yo 111ayat 2 yo 112 ayat 2 dengan ancaman pidana seumur hidup.” (Angga/b)