Tuesday, 20 November 2018

Kasus Gizi Buruk Selly Tampar Pemprov DKI

Kamis, 18 Oktober 2018 — 1:15 WIB
Kader PKK menjenguk Selly, bocah gizi buruk. (deny)

Kader PKK menjenguk Selly, bocah gizi buruk. (deny)

JAKARTA – Kasus gizi buruk yang menimpa Selly Adelia Putri, 7, yang kini dirawat di RSUD Koja menampar wajah Pemprov DKI Jakarta. Di tengah bergelimangan anggaran, masih ada warga yang kesulitan mendapatkan makanan bergizi.

Kondisi ini membuat geram Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi. Politisi PDI Perjuangan ini, menilai kasus itu menampar wajah Pemprov DKI Jakarta. Padahal, Gubernur Anies Baswedan selalu sesumbar fokus dengan berbagai program sosialnya.

“Nyatanya masih ada warga Jakarta yang mengalami gizi buruk,” kritik Prasetio, Rabu (17/10/2018). “Ke mana program penanganan pemberdayaan masyarakat itu. Ke mana program penanganan kemiskinan. Kami akan tindaklanjuti kasus ini,”keluhnya
Prasetio yang akrab disapa Pras ini, menyoroti kinerja lurah, camat, dan walikota di wilayah tempat tinggal Selly. “Bisa kecolongan, itu artinya lurah, camat, dan walikotanya nggak tahu kondisi warganya. Ini keterlaluan,” tandasnya.

KONDISI MEMBAIK

Sementara itu, sehari setelah mendapat perawatan di RSUD Koja, kondisi Selly sudah mulai membaik. Dijenguk kerabat, dan kader PKK Kelurahan Kalibaru, bocah 7 tahun ini sudah bisa berkomunisi.

“Alhamdulillah kondisi Selly sudah berangsur pulih, hemaglobinnyapun telah naik dari sebelumnya 4 menjadi 8,4,” ucap Lurah Kalibaru, Suyono, usai menjenguk Selly bersama kader PKK.

Bukan hanya itu, kata Suyono, Selly kini sudah bisa buang air kecil. “Hari ini (kemarin- red) sudah normal, tidak lagi menggunakan alat untuk buang air kecil,” paparnya.

Meski kondisi Selly mulai membaik, Suyono mengatakan, belum mengetahui bocah malang itu kapan bisa keluar dari rumah sakit. “Karena masih tahap pemulihan, mungkin perawatannya saja dipindah ke puskesmas kecamatan,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan Pos Kota, Selly, warga Kalibaru, mengalami gizi buruk. Ia yang tinggal bersama kakaknya, hidup dalam kemiskinan setelah ibunya meninggal akibat kanker sekitar satu tahun yang lalu.

Penderitaanya pun bertambah setelah bapaknya ikut meninggalkan Selly, karena tinggal bersama istri barunya. Kakaknya, Putra, yang baru beranjak remaja dan bekerja serabutan tidak bisa memenuhi makanan bergizi untuk adiknya. Akibatnya bocah malang ini mengalami gizi buruk. (deny/ruh/st)