Wednesday, 17 July 2019

Pencak Silat Optimis Dipertandingkan di SEA Games 2019

Kamis, 18 Oktober 2018 — 23:59 WIB
Pencak silat.(dok/inasgoc)

Pencak silat.(dok/inasgoc)

JAKARTA – Menjadi cabang olahraga (cabor) penyumbang medali emas terbanyak pada Asian Games 2018 lalu, bukan jaminan bagi pencak silatk bisa berlaga di SEA Games Filipina 2019. Namun Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Edhy Prabowo optimis cabor yang dipimpinnya dapat dipertandingkan di SEA Games, tahun depan.

Hal tersebut menyusul dukungan penuh dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman. “Awal pertama cabang silat dipertandingkan di SEA Games di Filipina, dengan begitu merupakan sejarah tersendiri bila silat dipertandingkan di multi event Filipina tahun 2019,” ujar Edhy Prabowo.

Menurut Tono Suratman, dirinya telah melakukan komunikasi dengan Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto agar pencak silat dapat dipertandingkan di SEA Games ke-30, karena ini menjadi sebuah wujud persatuan dan kekompakan sesama negara-negara kawasan ASEAN.

“Saya berharap Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto untuk dapat melakukan komunikasi dengan federasi-federasi pencak silat di kawasan Asia Tenggara. Dipertandingkannya pencak silat di multievent SEA Games 2019 Filipina tentu menjadi wujud kebersamaan negara-negara ASEAN yang diimplementasikan melalui event olahraga,” kata Tono Suratman

Sementara itu, untuk persiapan atlet Pelatnas, PB IPSI akan melakukan seleksi dalam waktu dekat ini. Bahkan atlet peraih medali di Asian Games tetap mengikuti seleksi bila akan masuk tim inti SEA Games. Dengan pertimbangan atlet harus tetap berlatih keras untuk mengukir prestasi puncak. Hal itu pula yang membuat PB IPSI melakukan persyaratan yang sama, agar atlet yang diturunkan di SEA Games Filipina tahun 2019 mampu mengukur prestasi puncak.

Menyinggung hasil maksimal yang diraih cabang pencak silat di Asian Games 2019, Edhy melanjutkan, semua itu karena kerja keras atlet selama dipersiapkan di Pelatnas. Dengan begitu, atlet tidak perlu melakukan kecurangan bila berlatih maksimal. “Bahkan semua jalannya pertandingan bisa diputar ulang melalui rekaman video. Dengan begitu, setiap peserta bisa menyaksikan rekaman langsung bila melakukan protes atas hasil pertandingan yang dilakukan,” kata Edhy seraya mengatakan sekarang sulit bagi tuan rumah melakukan kecurangan. (junius/b)