Saturday, 17 November 2018

Tertembak Berkali-kali, Gedung DPR Masih Aman?

Kamis, 18 Oktober 2018 — 18:03 WIB
Anton Sihombing dan  Aboebakar Al Habsyi. (timyadi)

Anton Sihombing dan Aboebakar Al Habsyi. (timyadi)

JAKARTA – Sistem keamanan lingkungan DPR mendapat sorotan tajam. Karena sejumlah peluru nyasar telah menembus, kaca hingga ruangan kerja dewan. Bahkan nyaris mengenai staf anggota dewan yang sedang bekerja.

“Kita tidak ingin atau jangan sampai ada bahan berbahaya (peledak) masuk gedung DPR. Tentu ini tidak kita inginkan,” kata Ketua Badan URT Anto Sihombing dalam diskusi “Tertembak berkali-kali, Gedung DPR masih aman?” bersama anggota Komisi III DPR Aboebakar Al Habsyi di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Aboebakar menikai kejadian penembakan seperti peristiwa latihan. “Sudah banyak berseliweran berita yang berkeinginan bikin A, B , C dan sebaginya. Saya juga dari bodoh belajar sampai bisa nggak pernah loncat seperti itu, dan cakep banget. Saya tak mau terlalu juga mendramatisir. Dipersilahkan juga untuk ujil balistik,” katanya.

Diakui Anton, sistem keamanan DPR perlu pembenahan total. Karena ini menyangkut lembaga negara. “Kalau di sini (DPR), Pamdalnya yang takut sama tamu. Tapi kalau di luar negeri, justru keamananya yang mengatur tamu,” katanya.

“Kalau Gedung DPR ini sama dengan Istana, tetapi kalau bapak-bapak ke Istana mungkin melalui paspamres dan ketat sekali, kalau ke sini karena gedung rakyat ya kita sama-sama duduk disini, tetapi UU No. 2/2002 dan Perpres No. 63/ 2004 bahwa Objek Vital itu kemanannya itu harus berkwalitas dan setara dengan apa yang yang di kwalifikasikan oleh Polisi dan objek vital itu tanggung jawab Polisi keamanannya,” katanya. (rizal/b)